Makalah Perkembangan Teknologi Informasi pada tahun 2000-2016

MATAKULIAH : PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Sejarah Teknologi Informasi Pada Tahun 2000-Sekarang”. Tak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi yang telah memberikan bimbingannya, dan memberikan ruang untuk menggali setiap ilmu yang terkait pada komunikasi. Terimakasih pula kepada anggota kelompok yang telah meluangkan waktunya untuk mengerjakan tugas ini.
Kami sadar bahwa dalam penulisan makalah ini, masih banyak kesalahan dan kekhilafan. Maka dari itu kami mohon kritik dan saran dari pembaca sekalian. Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Penulis
Ternate, 28 September 2016


DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………. i
Daftar isi……………………………………………………………………………………………… ii
BAB I (Pendahuluan)
1. Latar Belakang………………………………………………………………………………… 1
2. Rumusan Masalah……………………………………………………………………………. 1
3. Tujuan…………………………………………………………………………………………. 2
BAB II (Pembahasan)
1. Pengertian Teknologi Informasi…………………………………………………………….. 3
2. Perkembangan Teknologi Informasi pada tahun 2000-sekarang………………………… 4
BAB III (Penutup)
1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………… 6
2. Saran………………………………………………………………………………………….. 6
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………. iii


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan. Hal yang saat ini sedang menjadi trend dan ramai diperbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK.
Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.

Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari Teknologi Informasi?
2. Bagaimana peranan teknologi informasi dari masa ke masa?
3. Bagaimana perkembangan teknologi informasi pada tahun 2000-sekarang?

TUJUAN
Tujuan pembuatan tugas makalah ini yaitu untuk mengetahui lebih dalam lagi bahwa komunikasi begitu penting untuk dilakukan dan dipelajari. Dalam makalah ini yang membahas Sejarah dan Perkembangan Komunikasi membuka lebar cakrawala dari masa ke masa bahwa komunikasi bukanlah hal yang baru bukan pula hal yang kuno. Selain itu tujuan yang lainnya adalah untuk menambah wawasan tentang Pengantar Teknologi Informasi.


BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e- seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead”, yang makin lama makin nyata kebenarannya. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA TAHUN 2000-SEKARANG

Tahun 2000
• Diperkirakan teleconference akan merubah perjalanan bisnis fisik yang dilakukan saat ini.
• HDTV mulai diluncurkan.
• “Black April” terjadi di bursa saham Nasdaq, yaitu jatuhnya harga saham besar-besaran di perusahaan dotcom dunia pada tanggal 17 April 2000.

Tahun 2001 – 2002 (Jaringan Informasi Sekolah)
meningkatnya kebutuhan terhadap internet yang diakibatkan oleh program Jarnet, maka kebutuhan semakin meningkat. Khusus mengenai infrastruktur, sebagian besar sekolah.

Tahun 2002-2003 (Wide Area Notwork (WAN) Kota) koneksi internet yang digunakan untuk mempercepat proses pengiriman data dan informasi dari daerah ke pusat serta untuk proses pembelajaran.

Tahun 2004 – 2006 (ICT Center) Program WAN Kota yang telah dikembangkan pada tahun 2002 hingga tahun 2003 akhirnya dirasakan hanya menitikberatkan kepada aspek perangkat keras dan jaringan saja, sedangkan pengembangan TIK tidak hanya terdiri atas kedua aspek tersebut. Pengembangan SDM juga hanya berputar kepada institusi yang menjadi lokasi WAN Kota, sehingga mulai dipikirkan untuk memperluas fungsi dan tugas dari WAN Kota menjadi sebuah institusi lain yang mampu menjadi pusat TIK di daerah dan bermanfaat secara luas bagi masyarakat di sekitarny.

Tahun 2006 – 2007 (Inherent) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga turut menggeliat di dalam pengembangan TIK dan tidak kalah dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebenarnya, sejak tahun 90-an, sudah banyak perguruan tinggi yang secara parsial maupun kelompok kecil telah mengembangkan infrastruktur TIK di kampus masing-masing. Yang amat terkenal adalah ITB dengan berbagai risetnya untuk bidang internet dan jaringan lokal.

SEA EduNet ( 2008 ) Rencana pengembangan ke depan adalah mengintegrasikan jejaring yang telah dibentuk di Indonesia dengan negara-negara tetangga, agar dapat dilaksanakan sharing knowledge dengan lebih intensif. Hal ini bertujuan agar seluruh institusi kita memiliki wawasan yang lebih mengglobal.

Tahun 2009
o Sudah banyak bermunculan ISP untuk mengakomodasi kegiatan internet, provider telekomunikasi pun berjamuran baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
o Booming Social Media.
o Jumlah pemakai internet Indonesia meningkat drastis dari yang hanya mencapai 500.000 pada tahun 1998, sekarang mencapai jumlah 35 juta user.
o Mobile Internet mulai menjadi trend.
o Digital Tv is Coming Soon

Tahun 2010
Jika kita lihat dari mulainya teknologi komputasi diperkenalkan pada tahun 1970, berarti sekarang Indonesia sedang memasuki tahun ke 40 dalam perjalanan perkembangan teknologi informasi. 40 tahun, jika diibaratkan seorang manusia, umur 40 adalah umur dimana kita telah mendapat kematangan dan bisa dibilang kesuksesan. Saya sempet teringat ucapan guru SMA saya, beliau mengatakan jika pada saat umur 40 seseorang belum mendapatkan pekerjaan yang baik atau posisi yang bagus di bidangnya, habislah sudah kesempatan dia untuk meraih kesuksesan, istilahnya sudah telat.

Tahun 2011
Banyak perusahaan penyedia TV kabel dan operator seluler yang terus bermunculan dengan berbagai layanan yang ditawarkan sehingga mengakibatkan tingginya permintaan data.

Tahun 2012
• Sekolah-sekolah sudah mulai banyak yang menggunakan system e-learning
• Mulai banyak yang mengembangkan website di instansi pendidikan.
Tahun 2014
• Pertumbuhan data besar yang akan terus meningkat karena semakin banyak data dari mulai teks, gambar/grafik, foto, video dan data lainnya tersimpan di internet.
• Dalam bidang kedokteran yang terkait dengan industri TI adalah kemajuan dalam teknologi DNA serta kemampuan untuk memiliki catatan genetika secara pribadi
Tahun 2015
• Jaringan 4G mulai dikembangkan di Negara-negara maju
Tahun 2016
• Jaringan 4G mulai menyebar luas dan digunakan oleh berbagai kalangan.
• Mulai dikembangkan jaringan 5G di Negara-negara maju.
• Berbagai macam barang elektronik berkembang pesat dan muncul berbagai teknologi canggih.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Jadi dari beberapa untaian tentang sejarah dan perkembangan komunikasi dapat disimpulkan bahwa Sejarah perkembangan komunikasi diperkirakan sejak sekitar tahun 3000 SM. Sejak zaman itu hingga sekarang, sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi dalam 4 era perubahan: era komunikasi tulisan, era komunikasi cetak, era telekomunikasi, dan era komunikasi interaktif.
Saran
1. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan baik di sekolah atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak mengingat kondisi permasalahan yang makin kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan terencana, sistematis, dan terintegrasi.
2. Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang integratif meliputi kebijakan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.
3. Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya, pemerintah, swasta serta masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.


DAFTAR PUSTAKA

http://iradewa.com/perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
http://www.kompasiana.com/fendy-yulianto12345678910/perkembangan-teknologi-informasi_55282c2b6ea83498608b459e

Advertisements

Perbedaan Ciri-ciri Tumbuhan Lumut, Paku, dan Berbiji

Perbedaan Ciri-ciri Tumbuhan Lumut, Paku, dan Berbiji

Ø Ciri-ciri tumbuhan lumut:
Tumbuhan ini mempunyai ciri tidak mempunyai akar, batang dan daun sejati yang disebut dengan
tumbuhan talus (thallophyta)
a. Hidup di tempat lembab, terdiri atas banyak sel
b. Belum memiliki akar, batang dan daun sejati.
c. Memiliki rizoid atau akar semu yg berfungsi sebagai akar untuk melekat
d. Mempunyai klorofil, bersifat autotrof
e. Mengalami pergiliran keturunan/metagenesis yaitu gametofit dan sporofit
f. Termasuk tumbuhan peralihan
g. Berkembang biak dengan spora yg dihasilkan oleh sporangium.
h. Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
i. Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk
susunan gametangiumnya(anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta).
j. Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda – beda, jika batangnya dilihat secara melintang tampak bagian – bagian sebagai berikut:
1. Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjangmembentuk rizoid – rizoid epidermis.
2. Lapisan kulit dalam yang tersusun atas beberapa lapisan sel dinamakan korteks.
3. Silinder pusat terdiri dari sel – sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk mengangkut air dan garam – garam mineral (makanan)
k. Jadi pada tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
l. Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel. Sel –sel daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
m. Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
n. Rizoid tampak seperti rambut / benang – benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam – garam mineral (makanan).
o. Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
1. Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
2. Seta atau tangki.
3. Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora.
4. Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora.
5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora.
Ø Ciri-ciri tumbuhan paku:
a. Lapisan pelindung sel yang terdapat di sekeliling organ reproduksi
b. Embrio multiseluler yang terdapat di dalam arkegonium,
c. Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh,
d. Sistem transportasi internal yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari dalam tanah,
e. Struktur tubuh terdiri atas bagian-bagian akar, batang dan daun,
f. Akarnya berupa rizoid yang bersifat seperti akar serabut dengan ujung dilindungi kaliptra,
g. Batangnya pada umumnya tidak tampak (kecuali tumbuhan paku tiang) karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang, menjalar, atau sedikit tegak,
h. Daunnya yang muda umumnya melingkar atau menggulung,
i. Memiliki jaringan pembuluh yaitu, xilem yg mengangkut air dari akar ke daun dan floem yg mengangkut zat makanan hasil fotosintesis.
j. Merupakan jenis tumbuhan berkomus. Yaitu antara bagian akar, batang dan daunnya sudah dapat dibedakan dengan jelas.
k. Hidup didaratan, terutama ditempat lembab. Tetapi ada pula yg hidup ditempat kering, menempel di dinding atau tubuh tumbuhan lain, ada pula yg hidup diair.
l. Daun tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
~ tropofil untuk fotosintesis
~ sporofil : tempat pembentukan spora
Ø Ciri-ciri tumbuhan berbiji:
a. Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan bunga ataupun runjung. Setiap biji mengandung bakal tumbuhan , yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.
b. Sperma atau sel kelamin jantan menuju kesel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.
c. Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan – bahan lain.
d. Pada hakekatnya tumbuhan berbiji memiliki pigmen hijau (klorofil) yang oenting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuhan.
e. Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka dengan :
~ Termasuk tumbuhan yang telah memiliki jaringan pembuluh/tumbuhan berkormus.
~ Akar, batang dan daunnya sejati. ( sudah dapat dibedakan )
~ Alat perkembangbiakannya : biji (spermatophyta)
~ Pada umumnya alat reproduksi generatif berupa bunga sehingga disebut : bunga (antophyta)
f. Ciri-ciri tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
~ Biji tertutup bijinya terbungkus oleh daun buah.
~ Letak biji berada dalam daging buah.
~ Tumbuhan berbiji tertutup dikelompokkan menjadi 2 :
* Biji tunggal ( monokotil)
* Biji belah ( dikotil )

Copy from another blog

Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Virus ada yang bermanfaat bagi manusia , ada pula yang menimbulkan kerugian bagi manusia, berikut ini diuraikan contoh – contoh virus yang menguntungkan dan merugikan
• VIRUS YANG MENGUNTUNGKAN
A). MEMBUAT ANTITOKSIN.
Apabila bakteri terus menerus membelah diri, berarti setiap sel bakteri baru mengandung DNA Manusia dan mampu memproduksi antitoksin, antitoksin yang diprodukksi dapat dipisahkan dan digunakan untuk melawan penyakit pada manusia. Bakteri yang demikian dipelihara terus menerus, tentu saja diusahakan agar DNA Virus yang tergabung itu tidak kumat lagi, agar DNA virus tidak pergi dari dalam sel bakteri. Menarik bukan? Itulah kerja para pakar biologi bidang rekayasa genetika. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa virus dapat dititipi gen manusia atau dapat juga gen organism lain untuk dimasukkan ke dalam sel bakteri agar sel bakteri tersebut membawa sifat gen yang dititipi tadi.
B). UNTUK MELEMAHKAN BAKTERI
Contoh lain tentang virus yang menguntungkan adalah virus yang menyerang bakteri pathogen, jika DNA Virus lisogenik masuk ke dalam bakteri pathogen, maka bakteri tersebut mmenjadi tidak berbahaya,misalnya bakteri penyebab penyakit demam scarlet yang berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak berbahaya juka di dalam DNA nya tersambung oleh profag
C) UNTUK MEMPRODUKSI VAKSIN
Selain itu, beberapa virus digunakan untuk memproduksi vaksin, vaksin adalah pathogen yang telah dilemahkan sehingga jika menyerang manusia, tidak berbahaya lagi, karena diberi vaksin tubuh manusia akan akan memproduksi antitoksin, kelak jika pathogen yang sesungguhnya menyerang, tubuh telah kebal karena berhasil memproduksi antitoksin bagi pathogen tersebut.\
• VIRUS YANG MERUGIKAN
Virus dapat merugikan karena menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan
Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia antara lain sebagai berikut :
v Influenza virus, penyebab penyakit influenza ( flu ). Virus ini menyerang sel – sel saluran pernapasan bagian atas, gejala penyakit adalah demam, pillek, pusing , pegal dan batuk.
v Human Immunodeficiency virus ( HIV) penyebab AIDS yang mematikan, virus ini menyerang sel – sel darah putih jenis limfosit T, gejala penyakitnya adalah gejala gabungan beberapa jenis penyakit karena menurunnya kekebalan tubuh.
v Hepatitis Virus. Penyebab penyakit hepatitis B, virus ini menyerang sel – sel hati sehingga menimbulkan gejala perut membesar dan tubuh penderita berwarna kuning.
v Ebola virus, penyebab penyakit yang mematikan, virus ini menyerang sel pertahanan tubuh, gejala penyakit ebola demam yang disertai perdarahan
v Measles Virus, penyebab penyakit cacar, virus ini menyerang sel kullit dan menimbulkan gejala awal sepeti demam, batuk, pilek, kemudian muncul luka cacar mulai dari wajah kemudian keseluruh tubuh.
v Polio virus, penyebab penyakit polio, virus polio menyerang sel – sel pada sistem saraf sehingga mengakibatkan kelumpuhan.
v Mumps Virus, penyebab penyakit gondong, virus gondong menyerang sel – sel kelenjar ludah sehingga menimbulkan bengkak di belaang telinga
v Herpes simplex virus, penyebab penyakit herpes, virus ini menyerang membrane mucus ( lendir ) di mulut, alat kelamin, dan kulit. Gejala penyakit ini adalah kulit memerah dan muncul bintil seperti luka melepuh.
v Human Papilomavirus, penyebab penyakit kutil pada kulit. Human papilomavirus menyerang sel – sel kulit dan dapat berkembang menjdi kanker, gejalanya adalah adanya benjolan di kulit

Virus yang menyebabkan penyakit pada pada hewan antara lain sebagai berikut :
v Rous Sarcoma Virus ( RSV) penyebab tumor pada ayam.
v Bovine Papilomavirus, penyebab tumor pada sapi
v Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi dengan gejala melepuh dan berlendir di sekitar mulut dan kaki sapi
v Virus penyakit tetelo pada ayam (new castle disease ) dengan gejala mencret dan batuk – batuk
v Rabdovirus, penyebab penyakit pada anjing, monyet, kucing dan juga manusia, virus ini menyerang sistem saraf pusat sehingga menimbulkan gejala takut air, gelisah, hilangnya control otot dan agresif.
Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
v Tabacco Mosaic Virus (TMV) penyebab penyakit mosaic pada tembakau dengan gejala pertumbuhan terhambat dan daun bercak – bercak. TMV juga dapat menyerang tanaaman lain, misalnya tomat.
v Citrus leprosies Virus (CiLV) penyebab penyakit pada jeruk
v Virus Tungro pada tanaman padi yang menyebabkan padi yang menyebabkan tanaman padi menjadi kerdil.
v Virus yang menyerang tanaman hias, misalnya bunga tulip dan anggrek.
PENCEGAHAN DAN PERTAHANAN DIRI TERHADAP SERANGAN VIRUS
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan terhadap serangan virus adalah dengan pembeian vaksin. Vaksin adalah suatu zat yang mengandung mikroorganisme pathogen yang sudah dilemahkan. Pemberian vaksin memberikan kekebalan secara aktif, contoh vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut :
• OPV ( Oral Polio Vaccine ) atau vaksin polio
• Vaksin Rabies
• Vaksin Hepatitis B
• Vaksin influenza
• Vaksin Cacar
• Vaksin MMR ( Measles, Mumps, Rubella ) untuk cacar, gondong dan campak.
Kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit di sebut virulensi. Virulensi virus ditentukan banyak factor yaitu sebagai berikut :
1. Keberadaan dan aktivitas reseptor paad permukaan sel inang yang memudahkan virus melekat
2. Kemampuan virus menginveksi sel
3. Kecepatan replikasi virus dalam sel inang
4. Kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus misalnya sel memproduksi senyawa yang dapat membunuh virus
Kulit dan membrane mukosa ( misalnya pada membrane usus dan lambung ) merupakan lapisan pertahanan pertama terhadap virus, virus pada umumnya tiadak dapat menginfekksi kulit, kecuali jika kulit terluka atau digigit hewan semisal anjing.
Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, sebagian melalui kulit yang luka, jka ada virus yang masuk tubuh akan segera menyerangnya sebagai berikut :
1. Cara yang pertama adalah sel darah putih atau fagosit akan segera memakan dan merusak virus
2. Cara yang kedua adalah tubuh menghasilkan molekul protein yang disebut antibody. Protein asing virus disebut antigen, jika antigen masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan terpicu memproduksi antibody, antibody ini sangat spesifik dan menyerang hanya pada antigen yang memicunya.

KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKAN TIPE ASAM NUKLEAT
Klasifikasi virus berdasarkan tipe asam nukleatnya adalah sebagai berikut :
klasifikasi virus

Jenis Kata dan Contohnya (Kata Benda,Kata Kerja,Kata Ganti & Kata Keterangan)

Jenis jenis Kata & Contohnya

A. Kata Benda atau Nomina
Kata benda adalah nama dari semua benda dan segala yang dibendakan.
Kata benda menurut wujudnya, dibagi atas :
1. Kata benda konkret
Kata benda konkret adalah nama dari benda-benda yang dapat ditangkap panca indera, dibagi alas:
a. Nama diri
b. Nama zat dan lain sebagainya.
2. Kata benda abstrak
Kata benda abstrak adalah nama-nama benda yang tidak dapat ditangkap dengan panca indera.

Untuk menentukan apakah suatu kata masuk dalam kategori kata benda atau tidak, kita menggunakan dua prosedur:
1. Melihat dari segi bentuk sebagai prosedur pencalonan
2. Melihat dari segi kelompok kata ( frasa), sebagai prosedur penentuan

a) BENTUK
Segala kata yang mengandung morfem terikat ( imbuhan ) : ke-an, pe-an, ke-, dicalonkan sebagai kata benda.
Contoh: perumahan, kecantikan, pelari, kehendak dan lain-lain.
Tetapi di samping itu ada sejumlah besar kata yang tidak dapat ditentukan masuk kata benda berdasarkan bentuknya, walaupun diketahui bahwa itu adalah kata benda.
Contoh: meja, kursi, pohon, dan lain-lain

b) KELOMPOK KATA
Kedua macam kata benda itu (baik yang berimbuhan maupun yang tidak berimbuhan) dapat mengandung suatu ciri struktural yang sama yaitu dapat diperluas dengan yang + Kata Sifat
Contoh: perumahan yang baru
pelari yang cepat
kehendak yang baik
meja yang bagus
pohon yang tua

c) TRANSPOSISI
Suatu kata yang asalnya dari suatu jenis kata, dapat dipindahkan jenisnya ke jenis lain. Pemindahan itu terjadi karena menambahkan imbuhan atau partikel. Kata ajar, sebenarnya kata kerja, jika ditambahkan afiks pe-, maka dapat ditransposisikan menjadi kata benda: pelajar.
Sebaliknya ada kata benda yang dapat ditransposisikan menjadi kata kerja, misalnya kopi menjadi mengopi.

d) SUB-GOLONGAN KATA BENDA
Karena kata ganti adalah kata yang menduduki tempat kata benda dalam hubungannya atau posisi tertentu, serta strukturnya sama dengan kata benda, maka kata ganti dimasukan dalam jenis kata benda dan diperlakukan sebagai sub-golongan dari kata benda.
Melalui substitusi, kata ganti menduduki segala macam fungsi yang dapat diduduki oleh kata benda.
Contoh: Fitra pergi ke kampus Ia pergi ke kampus
Dosen mengajar Fitra Dosen mengajarnya

B. Kata Kerja atau Verba
Kata kerja adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau perilaku.
Berdasarkan pelengkapnya, kata kerja terbagi atas :
1. Kata kerja transitif: kata kerja yang menghendaki adanya suatu pelengkap.
Contoh: memukul, menangkap, melihat dan sebagainya
2. Kata kerja intransitif: kata kerja yang tidak memerlukan pelengkap.
Contoh: menangis, meninggal, berjalan dan sebagainya

Untuk menentukan apakah suatu kata masuk kata benda atau tidak, dengan cara mengikuti kedua prosedur di atas.

a) BENTUK
Segala kata yang berimbuhan: me-, ber-, -kan, di-, -i dapat dicalonkan menjadi kata kerja.

b) KELOMPOK KATA
Segala macam kata tersebut di atas dalam segi kelompok kata mempunyai kesamaan struktur yaitu dapat diperluas dengan kelompok kata dengan + Kata Sifat.
Contoh:
Ia berbicara dengan keras
Anak itu menari dengan gemulai

c) TRANSPOSISI
Kata kerja dapat dipindah jenisnya ke jenis kata lain dengan pertolongan morfem terikat, misalnya menari menjadi penari, tarian; membaca menjadi pembaca, bacaan, dan lain-lain. Begitu pula sebaliknya, kata benda atau kata sifat dapat ditransposisikan menjadi kata kerja, misalnya pendek menjadi memendekkan, turun menjadi menurunkan dan sebagainya.

C. Kata Sifat atau Adjektifa
Menurut Aristoteles, kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat atau hal keadaan sari sesuatu benda, misal tinggi, rendah, lama, baru dan sebagainya.

Untuk menentukan apakah suatu kata masuk kata benda atau tidak, dengan cara mengikuti kedua prosedur di atas.

a) BENTUK
Dari segi bentuk segala kata sifat dalam bahasa Indonesia bisa mengambil bentuk: se + reduplikasi kata dasar + nya
Contoh: se-tinggi-tinggi-nya
se-cepat-cepat-nya
se-baik-baik-nya

b) KELOMPOK KATA
Dari segi kelompok kata, kata-kata sifat dapat diterangkan olek kata-kata: paling, lebih, sekali.
Contoh: paling besar, lebih besar, besar sekali
paling cepat, lebih cepat, cepat sekali
paling baik, lebih baik, baik sekali

c) TRANSPOSISI
Semua kata yang tergolong kata sifat dapat berpindah jenis kata dengan bantuan morfem-morfem terikat: pe-, ke-an, me-, -kan dan sebagainya.
Contoh: pembesar, membesarkan, perbesar, pembesaran, kebesaran dan lain-lain

d) SUB-GOLONGAN
Kata-kata bilangan berdasarkan sifatnya dapat digolongkan dalam kata sifat sebagai sub-golongan karena merupakan kelompok dengan ciri-ciri tersendiri tapi karena secara substitusional dapat menduduki tugas-tugas dari kata sifat.

D. Kata Ganti atau Pronomina
Yang termasuk jenis kata ini adalah segala kata yang dipakai untuk menggantikan kata benda atau yang dibendakan.
Kata ganti menurut sifat dan fungsinya dapat dibedakan atas:

1. Kata Ganti Orang (Pronomina Personalia)
a. Orang I
1) Tunggal : aku
untuk menyatakan kerendahan diri: hamba, sahaya, patik, abdi
untuk mengungkapkan sesuatu suasana yang agung: kami (pluralis majestatis)
2) Jamak : kami, kita
b. Orang II
1) Tunggal : engkau, kamu
paduka, tuan, Yang Mulia, saudara, ibu, bapak dan lain-lain
2) Jamak : kamu
c. Orang III
1) Tunggal : dia, beliau
Untuk orang yang sudah meninggal: mendiang, almarhum atau almarhumah
2) Jamak : mereka

2. Kata Ganti Empunya (Pronomina Possessiva)
Adalah segala kata yang menggantikan kata ganti orang dalam kedudukan sebagai pemilik: -ku, -mu, -nya, kami, kamu, mereka.
Dalam fungsinya sebagai pemilik, kata-kata ini mengambil bentuk ringkas dan dirangkaikan saja di belakang kata yang diterangkan (disebut sebagai bentuk enklitis).
Contoh: pensilku = pensil aku
pensilmu = pensil kamu
apabila bentuk ringkas itu dirangkaikan di depan sebuah kata, disebut proklitis.
Contoh: kupinjam, kaupinjam

3. Kata Ganti Penunjuk (Pronomina Demonstrativa)
Adalah kata yang menunjuk di mana terdapat sesuatu benda. Ada tiga macam kata ganti penunjuk:
a. Menunjuk sesuatu di tempat pembicara : ini
b. Menunjuk sesuatu di tempat lawan bicara : itu
c. Menunjuk sesuatu di tempat orang ketiga : di sana

4. Kata Ganti Penghubung (Pronomina Relativa)
Adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dengan suatu kata benda yang terdapat dalam induk kalimat. Jadi fungsi kata penghubung adalah:
a. Menggantikan kata benda yang terdapat dalam induk kalimat
b. Menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat.

5. Kata Ganti Penanya (Pronomina Innterrogativa)
Adalah kata yang menanyakan tentang benda, orang atau suatu keadaan. Kata ganti penanya dalam bahasa Indonesia yaitu:
a. Apa : untuk menanyakan benda
b. Siapa : (si + apa) untuk menanyakan orang
c. Mana : untuk menanyakan pilihan seseorang atau beberapa hal barang.
Kata ganti penanya tersebut dapat dipakai lagi dengan bermacam-macam penggabungan dengan kata depan
Contoh:
dengan apa dengan siapa dari mana
untuk apa untuk siapa ke mana
buat apa kepada siapa dan lain-lain
Selain dari kata-kata itu ada pula kata ganti penanya yang lain yang bukan menanyakan orang atau benda tetapi menanyakan keadaan, perihal dan sebagainya:
mengapa bilamana betapa
berapa kenapa bagaimana

6. Kata Ganti Tak Tentu (Pronomina Indeterminativa)
Adalah kata yang menggantikan atau menunjukkan benda atau orang dalam keadaan yang tidak tentu atau umum.
Contoh:
masing-masing siapa-siapa seseorang
sesuatu barang para
salah (salah satu…)

E. Kata Keterangan atau Adverbia
Kata keterangan oleh tata bahasa tradisional ditempatkan sebagai satu jenis kata.kekurangan atau kelemahan dari dasar-dasar yang digunakan untuk menentukan jenis kata. Kata keterangan tidak lain adalah suatu kata atau kelompok kata yang menduduki suatu fungsi tertentu, yaitu fungsi untuk menerangkan kata kerja, kata sifat, kata keterangan yang masing-masingnya menduduki pula suatu jabatan atau fungsi dalam kalimat.
Tata bahasa tradisional, akan tampak bahwa dalam beberapa hal akan timbul kekacauan atau kekaburan, sebab ada kata yang sudah kita golongkan sebagai kata keterangan nanti akan dimasukkan lagi dalam kata depan, atau bagian dari kata keterangan itu sebenarnya adalah kata sifat dan sebagainya.kata keterangan secara tradisonal dapat dibagi-bagi lagi atas beberapa macam berdasarkan artinya atau lebih baik berdasarkan fungsinya dalam kalimat.

1. KATA KETERANGAN KUALITATIF
Adalah kata keterangan yang menerangkan atau menjelaskan suasana atau situasi dari suatu perbuatan.
Biasanya kata keterangan ini dinyatakan dengan mempergunakan kata depan dengan + kata sifat.jadi sudah tampak di sini bahwa kata keterangan itu bukan merupakan suatu jenis kata tetapi adalah suatu fungsi atau jabatan dari suatu kata atau kelompok kata dalam sebuah kalimat.
Contoh: ia berjalan perlahan-lahan
Ia menyanyi dengan nyaring

2. KATA KETERANGAN WAKTU
Adalah kata keterangan yang menunjukkan atau menjelaskan berlangsungnya suatu peristiwa dalam suatu biadang waktu:sekarang,nanti,kemarin,kemudian, sesudah itu, lusa, sebelum, minggu depan, bulan depan, dan lain-lain.
Kata-kata seperti :
Sudah, setelah, sekarang, nanti, kemarin, kemudian, minggu depan dan lain-lain

3. KATA KETERANGAN TEMPAT
Segala macam kata ini memberi penjelasan atas berlangsungnya suatu peristiwa atau perbuatan dalam suatu ruang, seperti:di sini, di situ, di sana, ke mari,ke sana, di rumah, di bandung, dari Jakarta dan sebagainya.
Dari contoh-contoh di atas yang secara konvensional dianggap kata keterangan tempat, jelas tampak bahwa golongan kata ini pun bukan suatu jenis kata, tetapi merupakan suatu kelompok kata yang menduduki suatu fungsi tertentu dalam kalimat. Keterangan tempat yang dimaksudkan dalam tata bahasa-tata bahasa lama terdiri dari dua bagian yaitu kata depan (di, ke, dalam ) dan kata benda atau kata ganti petunjuk.

4. KATA KETERANGAN KECARAAN
Adalah kata-kata yang menjelaskan suatu peristiwa karena tanggapan si pembicara atas berlangsungnya peristiwa tersebut. Dalam hal ini subjektivitas lebih ditonjolkan. Keterangan ini menunjukkan sikap pembicara, bagaimana cara ia melihat persoalan tersebut. Pertanyaan sikap pembicara atau tanggapan pembicara atas berlangsungnya peristiwa tersebut dapat berupa:
a. Kepastian : memang, niscaya, pasti, sungguh, tentu, tidak, bukanya, bukan.
b. Pengakuan : ya, benar, betul, malahan, sebenarnya.
c. Kesangsian : agaknya, barangkali, entah, mungkin, rasanya.
d. Keinginan : moga-moga, mudah-mudahan.
e. Ajakan : baik, mari, hendaknya, kiranya.
f. Larangan : jangan.
g. Keheranan : masakan, mustahil, mana boleh.

5. KATA KETERANGAN ASPEK
Keterangan aspek menjelaskan berlangsungnya suatu peristiwa secara objektif, bahwa suatu peristiwa terjadi dengan sendirinya tanpa suatu pengaruh atau pandangan dari pembicara. Keterangan aspek dapat dibagi-bagi lagi atas bermacam-macam:

a. Aspek inkoatif : menunjukan suatu peristiwa pada proses permulaan berlangsungnya : saya pun berangkatlah.
b. Aspaek duratif : adalah keterangan aspek yang menunjukan bahwa suatu peristiwa tengah berlangsung: sedang, sementara.
c. Aspek perfektif : adalah keterangan aspek yang menyatakan bahwa suatu peristiwa telah mencapai titik penyelesaiannya: sudah, telah.
d. Aspek momental : menyatakan suatu peristiwa terjadi pada suatu saat yang pendek.
e. Aspek repetitif : menyatakan bahwa suatu perbuatan terjadi berulang-ulang.
f. Aspek frekuentatif : menunjukan bahwa suatu peristiwa sering terjadi.
g. Aspek habituatif : menyatakan bahwa perbuatan itu terjadi karena suatu kebiasaan.

6. KATA KETERANGAN DERAJAT
Adalah keterangan yang menjelaskan derajat berlangsungnya suatu peristiwa atau jumlah dan banyaknya suatu tindakan dikerjakan: amat hampir, kira-kira, sedikit, cukup, hanya, satu kali, dua kali, dan seterusnya.

7. KATA KETERANGAN ALAT
Adalah keterangan yang menjelaskan dengan alat manakah suatu prose situ berlangsung. Keterangan semacam ini biasanya dinyatakan oleh kata dengan + kata benda.
Contoh : ia memukul anjing itu dengan tongkat.
Anak itu menjolok buah dengan galah, dan sebagainya.

8. KETERANGAN KESERTAAN
Adalah keterangan yang menyatakan pengikut-sertaan seseorang dalan suatu perbuataan atau tindakan:
Saya pergi ke pasar bersama ibu.

9. KETERANGAN SYARAT
Adalah keterangan yang menerangkan terjadinya suatu proses di bawah syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhinya: jikalau, seandainya, jika, dan sebagainya.

10. KETERANGAN PERLAWANAN
Adalah keterangan yang membantah sesuatu peristiwa yang telah diperkatakan terlebih dahulu. Keterangan ini biasanya didahului oleh kata-kata: meskipun, sungguhpun, biarpun, biar, meski, jika.

11. KETERANGAN SEBAB
Adalah keterangan yang memberi keterangan mengapa sesuatu peristiwa telah berlangsung. Kata-kata yang menunjukkan keterangan sebab adalah: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab, oleh karena itu, oleh karenanya, dan sebagainya.
12. KETERANGAN AKIBAT
Adalah keterangan yang menjelaskan akibat yang terjadi karena suatu peristiwa atau perbuatan. Akibat adalah hasil dari suatu perbuatan yang tidak diharapkan atau yang tidak dengan sengaja dicapai, tetapi terjadi dalam hubungan sebab-akibat. Keterangan ini biasanya didahului oleh kata-kata : sehingga ,oeh karena itu, oleh sebab itu, dan lain sebagainya.

13. KETERANGAN TUJUAN
Adalah keterangan yang menerangkan hasil atau tujuan dari Sesuatu proses. Tujuan itu pada hakekatnya adalah suatu akibat, tetapi akibat yang sengaja dicapai atau memeng dikehendaki demikian. Kata-kata yang menyatakan keterangan tujuan adalah: supaya, agar, agar supaya, hendak, untuk, guna, buat.

14. KETERANGAN PERBANDINGAN
Adalah keterangan yang menjelaskan sesuatu perbuatan dengan mengadakan perbandingan keadaan suatu proses denagn proses yang lain, suatu keadaan denagn keadaan yang lain: kata-kata yang di pakai untuk menyatakan perbandingan itu adalah: sebagai, seperti, seakan-akan, laksana, umpama, bagaimana.

15. KETERANGAN PERWATASAN
Adalah keterangan yang memberi penjelasan dalam hal-hal mana saja suatu proses berlangsung, dan yang mana tidak: kecuali, hanya.

F. Kata Bilangan atau Numeralia

Kata bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau jumlah kumpulan atau urutan tempat dari nama-nama benda.
Menurut sifatnya kata bilangan dapat dibagi atas:

1. Kata bilangan utama (numeralia cardinalia):satu, dua, tiga, empat, seratus, seribu,dan sebagainya.
2. Kata bilangan tingkat (numeralia ordinalia):pertama, kedua, ketiga, kelima, kesepuluh, keseratus, dan sebagainya.
3. Kata bilangan tak tentu:beberapa, segala, semua, tiap-tiap dan sebagainya
4. Kata bilangan kumpulan:kedua, kesepuluh, dan sebagainya.

Penggunaan kata bilangan adalah sebagai berikut:

1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi.
a. Angka digunakan untuk menyatakan:
b. Ukuran panjang, berat, luas, dan isi,
c. Satuan waktu,
d. Nilai uang, dan
e. Kuantitas .

2. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat.
Misalnya:
Jalan tanah abang 1 No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169
3. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.
Misalnya:
Bab X,Pasal 5, halaman 252, Surah Yasin:9

4. Penulisan lambang bilangan yang dengan huruf dilakukan sebagai berikut.
Bilangan utuh : dua ratus dua puluh dua (222)
Bilangan pecahan: seperdelapan ( ), dua per lima ( )

5. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut.
Misalnya:
Paku buwono X; dalam kehidupan pada abad ke-20 ini; lihat bab //, Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat //.

6. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut.
( lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, ayat 5).

7. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata dituis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan.
Misalnya :
Amir menonton drama itu sampai tiga kali.
Ayah memesan tiga ratus ekor ayam.

8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susuna kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.
Misalnya :
Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu.
Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.
Bukan :
15 orang tewas dalam kecelakaan itu.
Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo

9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagaian supaya lebih mudah dibaca.
Misalnya :
Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah.
Penduduk indonesia berjumlah lebih dari 120 juta orang

10. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali didalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.
Misalnya :
Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.
Bukan :
Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai.

11. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisanya harys tepat.
Misalnya :
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp.999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah)

Kata bantu bilangan dalam menyebut berapa jumlahnya suatu barang, dalam bahasa Indonesia tidak saja dipakai kata bilangan, tetapi selalu dipakai suatu kata yang menerangkan sifat atau macam barang itu. Kata-kata semacam itu disebut kata bantu bilangan.

G. Kata Sambung atau Conjunctio

Kata sambung adalah kata yang menghubungkan kata-kata. Bagian-bagian kalimat atau menghubungkan kalimat-kalimat itu dapat berlangsung dengan berbagai cara:

1. Menyatakan gabungan: dan, lagi pula, serta.
2. Menyatakan pertentangan: tetapi, akan tetapi, melainkan.
3. Menyatakan waktu: apabila, ketika, bila, bilamana, demi, sambil, sebelum, sedang, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, setelah, sesudah, tatkala, waktu.
4. Menyatakan tujuan: supaya, agar supaya dan lain-lain.
5. Menyatakan sebab: sebab, karena, karena itu, sebab itu.
6. Menyatakan akibat: sehingga, sampai.
7. Menyatakan syarat: jika, andaikan, asal, asalkan, jikalau, sekiranya, seandainya.
8. Menyatakan pilihan: atau……atau….., …… maupun, baik……baik……, entah…… entah……
9. Menyatakan bandingan: seperti, bagai, bagaikan, seakan-akan.
10. Menyatakan tingkat: semakin, …….semakin, kian…… kian……., bertanbah……bertambah ……..
11. Menyatakan perlawanan: meskipun, biarpun, dan lain-lain.
12. Pengantar kalimat: maka, adapun, akan. Dalam kesusastraan lama kita mengenal pula kata-kata pengatar kalimat seperti: bahwasanya, sebermula, syahdan, hatta, arkiran, kalakian, sekali peristiwa.
13. Menyatakan penjelas: yakni, umpama, yaitu.
14. Sebagai penetap sesuatu: bahwa.

Segala macam kata sambung yang menghubungkan atau menerangkan kalimat secara jelas, disebut menerangkan secara eksplisit. Tetapi di samping itu sifat hubungan itu dapat berlangsung tanpa memakai satu kata sambung pun. Maknanya harus ditafsir atau diturunkan berdasarkan hubungan kalimat. Keteranganya yang tidak mempergunakan alat-alat bahasa ini bersifat implisit, misalnya:
Ia datang, saya berangkat.
Dalam kalimat diatas secara implisit terkandung keterangan waktu.
Keterangan waktu yang tersembunyi itu secara eksplisit dapat dinyatakan sebagai berikut:
Ketika ia datang, saya berangkat, atau
Ia datang, ketika saya berangkat.
Suatu hubungan yang dinyatakan secara implisit dapat ditafsirkan bermacam-macam; tergantung dari pandangan tiap pendengar atau pembaca.

H. Kata Depan (Prepositio)
Kata depan menurut definisi tradisional, adalah kata yang merangkaikan kata – kata atau bagian kalimat.
Kata – kata depan yang terpenting dalam bahasa Indonesia adalah :
1. DI, KE, DARI : Ketiga macam kata depan ini dipergunakan untuk merangkaikan kat – kata yang menyatakan tempat atau sesuatu yang dianggap tempat:
Di Jakarta, di rumah, ke rumah, dari sawah, dari sekolah, dan lain – lain.

2. Bagi kata – kata yang menyatakan orang, nama orang atau nama binatang, nama waktu atau kiasan dipergunkan kata pada untuk menggantikan di, atau kata – kata depan lain digabungkan dengan pada misanya: daripada, kepada.
Pada suatu hari pada bapak
Pada hari sabtu pada senin
Pada kami kepada teman – teman
3. Selain dari pada itu ada kata – kata depan yang lain, baik berupa gabungan maupun tunggal seperti: di mana, di sini, di situ, akan,oleh, dalam, atas, demi, guna, buat, berkat, terhadap, antara, tentang, hingga, dan lain – lain.
Di samping itu ada beberapa kata kerja yang dipakai pula sebagai kata depan, yaitu : menurut, menghadap, mendapatkan, melalui, menuju, menjelang, sampai.

Ada beberapa kata depan, yang menduduki bermacam – macam fungsi yang istimewa. Oleh sebab itu perlu kita perhatikan secara istimewa, antara lain:
a. AKAN : Kata Depan akandapat menduduki beberapa fungsi:
– Pengantar objek: ia tidak tau akan hal itu.
Ku lupa akan semua kejadian itu.
– Untuk menyatakan future: saya akan pergi ke Surabaya.
Kakek akan tiba hari ini.
– Untuk penguat atau penekan, dalam hal ini dapat berfungsi sebagi penentu: akan hal itu perlu kita perundingkan kelak.

b. DENGAN : Kata Depan dengan dapat menduduki beberapa macam fungsi, misalnya:
– Untuk menyatakan alat (instrumental):
Ia memukul anjing dengan tongkat.
Adik makan dengan sendok.
– Menyatakan hubungan kesertaan (komitatif):
Ia kepasar dengan ibunya.
– Membentuk adverbial kualitatif:
Perkara itu diselidiki dengan cermat.
– Dipakai untuk menyatakan keterangan komparatif:
Adik sama tinggi dengan Adi.

c. ATAS : arti dan fungsinya:
– Membentuk keterangan tempat, dalam hal ini sama artinya dengan di atas.
Kami menerima tanggung jawab itu di atas pundak kami.
– Menghubungkan kata benda atau kata kerja dengan keterangan:
Kami mengucapkan terima kasih atas kerelaan saudara.
Kami menyesal atas sekalian tindak tanduknya.

– Dipakai di depan beberapa kata dengan arti : dengan atau demi. Misalnya:
Atas nama atas kehendak atas perintah
Atas desakan atas kematian dan sebagainya
d. ANTARA : arti dan fungsinya:
– Sebagai penunjuk arah :
Jarak antara jogja dan solo.
– Sebagai penunjuk tempat: dalam hal ini sama artinya dengan di antara :
Antara murid – murid itu mana yang terpandai?
– Dapat pula berarti kira – kira:
Antara lima jam lalu ia meninggalkan tempat ini.

I. Kata Sandang atau Articula

Kata sandang itu tidak mengandung suatu arti tetapi mempunyai fungsi. Dalam bagian mengenai kata ganti penghubung sudah dibicarkan pula tentang yang, yang pada mulanya hanya mengandung fungi penentu.
Itulah fungsi pertama dari kata – kata sandang.
Adapun fungsi kata sangdang seluruhnya dapat disusun sebagai berikut:
a. Menentukan kata benda
b. Mensubstansifkan sutu kata :yang besar, yang jangkung, dan lain – lain.

Kata – kata sandang yang umum dalam bahasa Indonesia adalah: yang, itu, nya, si, sang, hang, dang. Kata – kata sang, hang, dang banyak ditemui dalam kesusastraan lama, sekarang kurang digunakan lagi, kecuali sang, yang kadang – kadang digunakan untuk mengagungkan dan terkadang untuk menyatakan ejekan atau ironi.

J. Kata Seru atau Interjectio
Kata seru dianggap sebagai kata paling tua dalam kehidupan bahasa. Umat manusia tidak sekaligus mengenal sistim bahasa sebagai yang kita kenal sekarang. Dari aal mula perkembangan umat manusia sedikit demi sedikit diciptakan sistim – sistim bunyi untuk komunikasi antar anggota masyarakat. Dan bentuk yang paling tua diciptakan untuk mengadakan hubungan atau komunikasi itu adalah kata seru.
Oleh semua tatabahasa tradisional, kata seru diklasifikasikan sebagai suatu jenis kata. Bila melihat wujud dan fungsinya, maka tidak dapat diterima ketetapan itu, walaupun harus diakui dengan melihat saja bentuknya kita dapat tertipu karenanya. Interjeksi sekaligus mengungkapkan semua perasaan dan maksud seseorang. Berarti interjeksi itu sudah termasuk dalam bidang sintaksis. Atau dengan kata lain apa yang dinamakan kata seru itu, bukanlah kata tetapi semacam kalimat.
Bermacam – macam interjeksi yang dikenal hingga sekarang adalah:
a. Interjeksi asli: yah, wah, ah, hai,o, oh, cis, cih, nah, he dll.
b. Interjeksi yang berasal dari kata – kata biasa : yang dimaksud dengan interjeksi ini adalah kata – kata benda atau kata – kata lain yang digunakan atau biasa digunakan kata seru: celaka, masa, kasihan, bangsat dan lain – lain.
c. Interjeksi yang berasal dari ungkapan – ungkapan, baik dari ungkapan Indonesia asli maupun dari ungkapan asing, misalnya: ya ampun, demi Allah, Insya Allah, Alhamdulillahi robbilalaminn, astagfirullah.

K. Kata Tugas
Kata yang oleh Tatabahasa Tradisional disebut kata depan dan kata sambung (atau kata penghubung) dimasukkan dalam kata tugas.
1. Bentuk
Dari segi bentuk umumnya kata-kata tugas sukar sekali mengalami perubahan bentuk. Kata-kata seperti dengan, telah, dan, tetapi, dan sebagainya tidak bias mengalami perubahan. Tetapi di samping itu ada segolongan kata yang jumlahnya sangat terbatas, walaupun termasuk kata tugas, dapat mengalami perubahan bentuk, misalnya tidak, susah, dapat berubah menjadi menidakkan, menyudahkan.
2. Kelompok kata
Dari segi kelompok kata, kata-kata tugas hanya memiliki tugas untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat. Kata-kata tugas tidak bias menduduki fungsi-fungsi pokok dalam sebuah kalimat, seperti subyek, predikat, obyek.
Jadi melihat uraian di atas kita dapat membagi kata-kata tugas atas dua macam:
a. Kata-kata tugas yang monovalen (yang bernilai satu) yaitu semata-mata bertugas untuk memperluas kalimat,misalnya dan, tetapi, sesudah, di, ke, dari, dan sebagainya.
b. Kata-kata tugas yang ambivalen (bernilai dua) yaitu di samping berfungsi sebagai kata tugas yang moovalen, dapat juga bertindak sebai jenis kata lain, baik dalam membentuk suatu kalimat minim maupun dalam merubah bentuknya, misalnya sudah, tidak, dan lain-lain.
Jadi, fungsi kata tugas adalah merubah kalimat yang minim menjadi kalimat transformasi.
3. Partikel kah, tah, lah, pun
Bentuk-bentuk kah, tah, lah, pun oleh hamper semua Tatabahasa Indonesia dimasukkan dalam kategori akhiran. Kekeliruan itu terjadi karena pengaruh masalah ejaan, yang oleh ejaan Suwandi dirangkaiakan dengan kata sebelumnya. Keempat bentuk itu seharusnya adalah partikel penentu atau pengeras. Partike adalah semacam kata tugas yang mempunyai bentuk khusus yaitu sangat ringkas atau kecil, dengan mempunyai fungsi-fungsi tertentu.
Perbedaan antara partikel dan sufiks (juga semua afiks) dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Partikel tidak memindahkan jenis kata (kelas kata) dari kata-kata yang diikutinya; sebaliknya sufiks (juga semua afiks) memindahkan kelas kata dari kata yang diikutinya. Misalnya:
Pergilah! (pergi tetap kata kerja)
Ayahlah yang berhak! (ayah tetap kata benda)
b. Kata-kata yang diikuti oleh sebuah partikel bias bermacam-macam jenis katanya, dan tetap mempertahankan jenis katanya; sebaliknya sufiks (juga semua afiks) mengelompokkan bermacam-macam jenis kata itu menjadi satu jenis kata yang sama.
Siapakah dia? (tetap kata ganti tanya)
Di manakah barang itu? (tetap kata tanya)
Besarkan api itu! (kata kerja dan kata sifat)
Lemparkan tombak itu! (kata kerja dan kata kerja)
c. Bidang gerak partikel adalah sintaksis (termasuk frasa dan klausa); sebaliknya sufiks (juga semua afiks) bergerak dalam bidang morfologi.

Fungsi dan makna partikel-partikel tersebut di atas dapat diperinci sehingga sebagai berikut:
a. Partikel kah
Fungsi partikel kah:
1) Memberi tekanan dalam pertanyaan; kata yang dihubugkan dengan kah itu dipentingkan.
Contoh: Sawah atau ladangkah yang digarapnya?
Bermalas-malas atau berjalankah dia?
2) Dapat dipakai pula untuk menyatakan hal yang tak tentu; sebenarnya hal itu merupakan pertanyaan juga, tetapi pertanyaan yang tidak langsung.
Contoh: Datangkah atau tidakkah, kami tidak tahu.
Terserahlah padamu; tinggalkah atau berangkat kami tidak ingin mempengaruhi saudara.
b. Partikel tah
Fungsi partikel tah ini sama dengan kah, tetapi lebih terbatas pemakaiannya hanya pada kata tanya saja: apatah, manatah, siapatah. Bentuk-betuk ini lebih sering dijumpai dalam Melayu Lama. Dewasa ini kurang dipakai. Makna pertanyaan dengan mempergunakan partikel tah adalah meragukan atau kurang tentu.
c. Partikel lah
Fungsi partikel lah adalah
1) Mengeraskan gatra perbuatan, baik dalam kalimat berita, kalimat perintah, maupun dalam permintaan atau harapan, misalnya:
Bacalah dengan nyaring!
Datanglah ke sini pukul lima!
Mudah-mudahan terhindarlah mereka dari bencana itu!
2) Mengeraskan suatu gatra keterangan, misalnya:
Tiadalah aku mau diperlakukan seperti itu.
Apa pun yang akan terjadi, pastilah aku akan datang ke sana.
3) Menekankan gatra pangkal; dalam hal ini biasanya ditambah dengan partikel yang, misalnya:
Kamulah yang harus bertanggungjawab.
Engkaulah yang harus menjadi tulang punggung keluarga.
d. Partikel pun
Fungsi dan arti partikel pun:
1) Mengeraskan atau member tekanan pada kata yang bersangkutan; dalam hal ini dapat diartikan dengan juga:
Dia pun mengetahui persoalan itu.
Kapal-kapal yang besar pun dapat berlayar di sungai itu.
2) Dalam penguatan atau pengerasan dapat terkandung arti atau pengertian perlawanan:
Mengorbankan nyawa sekalipun aku rela.
Betapa pun ia berjuang mempertahankan hidupnya sia-sia belaka.
3) Gabungan antara pun + lah dapat mengandung aspek inkoatif:
Mereka pun berjalanlah.
Hujan pun turunlah dengan lebatnya.
Ia pun duduklah di bawah pohon yang rindang itu.

L. Kata Berimbuhan
Dalam bahasa Indonesia imbuhan merupakan unsur yang penting karena imbuhan dapat mengakibatkan perubahan jenis kata, bentuk kata, dan makna kata.
Di bawah ini terdapat beberapa penjelasan tentang imbuhan.
1. Jenis afiks menurut tempatnya :
a. Awalan/perfiks : meng, ber, ter, ke, peng, per, dan seterusnya
b. Akhiran / sufiks : -an, -kan, -i
c. Sisipan/infiks : -el, -em, -r
d. Konfiks : ke-an, per-an, peng-an, dan seterusnya
2. Jenis afiks menurut penggunaannya :
a. Afiks produktif : afiks yang memliki frekuensi pemakaian yang tinggi.
Contoh : se-, meng-, ber-, peng-, per-, dan seterusnya
b. Afiks ak produktif : afiks yang frekuensi pemakaiannya tidak tinggi
Contoh : -em, -el, -er, -wati, -is, -nda, dan seterusnya
3. Afiks asing / afiks serapan :
a. Akhiran daari bahasa sansekerta : -wan, -wati, -man
b. Akhiran dari bahasa arab : -i, -wi, -in, -at, -ah
c. Akhiran dari bahasa barat : -isme, -tas, -ika,-logi, -is(asi), dsb(kata benda), -al, -or, -if, -is, -dsb (kata sifat)
4. Makna imbuhan :
Makna proses pengimbuhan /afiksasi snantiasa berhubungan dengan fungsi sematik dari suatu bentuk kompleks. Hal ini bias ita lihat pada contoh-contoh makna afiksasi paa beberapa imbuhan berikut ini :

a. Meng-
Mempunyai variasi makna sebagai berikut :
1) Membuat : menggambar, menyambal
2) Mmenuju ke : melaut, menepi
3) Memberi : menomori, menandai
4) Mengeluarkan :membuih, menyanyi
5) Berlaku seperti : merajalela, membabi buta
b. Ber-
Mempunyai variasi makna gramatikal :
1) Dalam keadaan(statif) : berbahagia, bersedih
2) Kumpulan : bertiga, berempat
3) Mempergunakan : berbaju, bersepeda
4) Menjadi : bertamu, berpisah
c. Ter-
Mempunyai variasi makna gramatikal :
1) Superlative ( paling ) : tercantik, tertinngi
2) Tdak sengaja : tertidur, tertunduk
3) Dapat di- : tercium, tercapai
4) Hasil tindakan : tersebar, terpecah
5) Peng-
d. Mempunyai variasi makna gramatikal :
1) Orang yang di- : petatar, pesuruh
2) Orang yang bersifat : pemarah, pemalas
3) Alat : pemukul, penggaris
4) Pelaku tindakan : pencopet, penjual
Keterangan : makna gramatikal dari imbuhan yang lain dapat dicari/diterka dari konteks kalimatnya.prinsipnya makna gramatikal muncul karena adanya kaitan kata
5. Fungsi afiks :
a. Prefiks meng-, dan ber-, berfungsi sebagai pembentuk kata kerja aktif transitif dan intransitif.
b. Prefiks ter- dan di- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif dan pembentuk kata sifat.
c. Prefiks ke-, berfungsi sebagai pembantuk kata bilangan tingkat dan pembentuk kata bilangan kumpulan.
d. Konfiks ke-an, berfungsi sebagai pembentuk kata benda, pembentuk kata sifat, dan pembentuk kata kerja pasif.

M. Kata Ulang
Kata ulang yaitu kata dasar yang diulang. Dalam hal ini yang diulang bukan morfem melainkan kata.kita bisa melihat contoh berikut : sepeda-sepeda , berasal dari satu kata sepeda. Sebaliknya, kata kupu-kupu bukanlah kata ulang karena dalam bahasa Indonesia tiak dikenal kupu. Oleh karena itu, bentuk tersebut bukan merupakan kata ulang.

1. Prinsip pengulangan
a. Selalu mempunyai dasar yang diulang
b. Proses pengulangan tidak mengubah jenis(kelas) kata
c. Bentuk dasarnya adalah kata yang lazim (umum) dipakai dalam tindak berbahasa
2. Macam-macam kata ulang
a. Kata ulang utuh / penuh
Contoh : rumah-rumah, berasal dari kata dasar rumah
b. Kata ulang berimbuhan
Contoh : diinjak-injak, berasal dari kata dasar injak
c. Kata ulang sebagian/parsial berimbuhan
Contoh : Berpandang-pandangan, berasal dai kata dasar pandang
d. Kata ulang dwi purwo
Contoh : sesama,berasal dari kata dasar sama
e. Kata ulang berubah bunyi
Contoh : sayur-mayur, berasal dari kata dasar sayur

3. Fungsi kata ulang
Pada prinsipnya pengulangan tidak mengubah jenis kata. Artinya bila kaa dasarnya kata benda akan tetap menjadi kata benda pada kata ulangnya, demikian pula untuk jenis kata lainnya. Akan ttapi, ada sebagian pengulangan yang mengubah jenis kata khususnya yang diubah menjadi kata tugas, seperti kata bukan-bukan, sama-sama, serta-merta, dan sebagainya.
4. Arti kata ulang
a. Banyak tak tentu
Contoh: lembu-lembu
Lembu-lembuitu berebut makanan
b. Bermacam-macam
Contoh : sayur-sayuran
Sebaiknya kita mulai menanam sayur-sayuran
c. Menyerupai
Contoh: kuda-kudaan
Anak-anak TK itu senang bemain kuda-kudaan
d. Melemahkan
Contoh : kekanak-kanakan
Walau sudah 20 tahun sifatny masih kekanak-kanakan
e. Menyatakan intensitas
Ada tiga bagian yaitu:
1) Kualitatif : kuat-kuat
2) Kuantitatif : rumah-rumah
3) Frekuentatif : menggeleng-gelengkan
f. Menyatakan saling (resiprokal)
Contoh : salam-salaman
Mereka salam-salaman saat lebaran
g. Menyatakan arti seperti pada bentuk dasarnya
Contoh : masak-masakan
Ibu membuka kursus masak-masakan
h. Menyatakan perbuatan yang seenaknya
Contoh : duduk-duduk
Kami duduk-duduk di serambi depan
i. Menyatakan arti paling (superlative)
Contoh : sebesar-besarnya
Buatlah roti bolu sebesar-besarnya agar bias dicatat alam buku MURI.
j. Menyatakan kumpulan
Contoh : dua-dua
Sikakan anda membungkus roti itu dua-dua
k. Menyatakan walaupun
Contoh : hujan-hujan
Hujan-hujan, ia tetap dating.
l. Menyatakan selalu
Contoh : mereka-mereka
Mereka-mereka yang datang terlambat

N. Kata majemuk
Kata majemuk adalah kata yang terbentuk dari dua kata yang berhubungan secara padu dan hasil penggabungan itu menimbulkan makna baru.
1. Ciri-ciri
Kata majemuk memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
a. Gabungan kata itu menimbulkn makna baru
b. Gabungan kata itu tidk dapat dipisahkan
c. Gabungan kata itu tidak dapat disisipi unsur lain
d. Tidak dapat diganti salah satu unsurnya
e. Tidak dapat dipertukarkan etak unsur-unsurnya
2. Sifat
a. Kata majemuk eksosentris
Yaitu kata majemuk yang antar unsurnya tidak saling menerangkan
Contoh : laki bini, tua muda, tikar bantal, dan sebagainya
b. Kata majemuk endosentris
Yaitu kata majemuk yang salah satu unsunya menjadi inti sedang unsur lain menerangkannya.
Contoh : rumah sakit, panjang tangan, dan sebagainya

Pengertian Ilmu Sosiologi Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Ilmu Sosiologi Menurut Para Ahli

Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial. Dan ilmu pengetahuan ini relatif masih baru dibanding ilmu-ilmu sosial yang lainya, apalagi kalau dibanding dengan ilmu pengetahuan alam. Para ahli ilmu pengetahuan di zaman dahulu lebih banyak mencurahkan perhatianya terhadap gejala-gejala alam dan kehidupan manusia, seperti geografi, ekonomi, sejarah, biologi, dan ilmu kedokteran. Berikut adalah pendapat para ahli tentang ilmu sosiologi

Pengertian Ilmu Sosiologi Menurut Para Ahli

1. AUGUSTE COMTE

Sosiologi adalah Suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran yang bersifat rasional dan ilmiah.

2. MAX WEBER

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social atau perilaku-perilaku manusia.

3. EMILE DURKHEIM

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari fakta-fakta social yaitu fakta-fakta atau kenyataan yang berisikan cara bertindak, cara perpikir dan cara merasakan sesuatu.

4. HERBERT SPENCER

Sosiologi adalah Ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan social sebagai suatu keseluruhan / suatu sistem.

5. PITIRIM SOROKIN

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya). Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial (misalnya gejala geografis, biologis,dan sebagainya) Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial lain.

6. RAOUCEK & WARREN

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok sosial

7. WILLIAM F. OGBURN & MAYER F. NIMKOFF

Sosiologi adalah Penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasil-hasil dari interaksi tersebut

8. J.A.A. VAN DORN & C.J. LAMMERS

Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur dan proses- proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

9. PAUL B. HORTON

Sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok-kelompok masyarakat dan produk/hasil dari kehidupan kelompok tertentu

10. MAC IVER

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang hubungan-hubungan social yang terjadi dalam masyarakat

11. J. GILLIN

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat

12. P.J. BAOUMAN

Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia

13. Mr. J. BIERENS De HAAN

Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekatnya, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakkannya, mengenai kesehatan dan perkembangan masyarakat.

14. GEORGE SIMMEL

Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari perhubungan sesama manusia ( Human Relationship )

15. LESTER FRANK WARD

Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk meneliti kemajuan-kemajuan manusia dan apa saja yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya.

16. WILLIAM KORNBLUM

Sosiologi adalah Suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku-perilaku anggotanya yang menjadikannya masyarakat yang bersangkutan ke dalam berbagai kelompok-kelompok dan berbagai kondisi-kondisi

17. ALLAN JOHNSON

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu system social dan bagaimana system tersebut mempengaruhi individu dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi system itu.

18. VANDER ZANDEN

Sosiologi adalah Studi ilmiah tentang interaksi manusia di masyarakat.

19. ANTHONY GIDDENS

Sosiologi adalah Studi tentang kehidupan social manusia, kelompok-kelompok manusia dan masyarakat.

20. MAYOR POLAK

Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan diantara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.

21. SELO SOEMARDJAN & SOELAEMAN SOEMARDI

Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Struktur Sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial.
Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidpuan politik, antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya.

22. SOERJONO SOEKANTO

Sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

23. HASSAN SHADILY

Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta perubahannya

24. KINGSLEY DAVIS

Sosiologi adalah suatu studi yang mengkaji bagaimana masyarakat mencapai kesatuannya, kelangsungannya, dan caracara masyarakat itu berubah.

25. F.G. Robbins,

Sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengantata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.

26. H.P. Fairchild

dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi ia tergolong applied sociology.

27. Prof. DR S. Nasution,M.A.,

Sosiologi Pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.

28. F.G Robbins dan Brown,

Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

29. E.G Payne,

Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.

30. Drs. Ary H. Gunawan,

Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

Perbedaan & Persamaan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha

Perbedaan Agama dan Kebudayaan Hindu dan Buddha

Kita ketahui bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman Budaya, salah satunya adalah keagamaan. Setiap Agama memiliki keunikan yang khas dan memiliki kepercayaan yang berbeda. Pada hari ini,saya akan membahas perbedaan Agama Hindu dan Buddha. Sebenarnya masih banyak lagi perbedaan selain dibawah ini, akan tetapi materi dibawah bisa dikatakan sudah diringkas dengan maksud memudahkan pembaca.

Sebelum itu, bagi siapa yang ingin memiliki file ini dapat mendownload dibawah in

Berikut adalah perbedaan Agama Hindu dan Buddha:

1. Perbedaan Tradisi Lokal

Tidak seperti agama-agama semit, masuknya Hindu dan Buddha tidak menghancurkan kebijaksanaan tetua-tetua atau leluhur orang-orang lokal.

Contoh :
– Di Tibet, masuknya Agama Buddha tidak menghancurkan agama asli orang sana, yaitu Agama Bon, tapi malahan keduanya menyatu dengan sempurna
– Di Jepang, masuknya Agama Buddha tidak menghancurkan agama asli orang sana, yaitu Agama Shinto dan orang Jepang memeluk kedua agama ini bersama-sama tanpa masalah.
– Di Indonesia, Jawa(Kejawen) dan Bali, masuknya Hindu menyatu dengan sempurna dengan kebijaksanaan tetua-tetua atau leluhur orang-orang lokal.

2.Perbedaan istilah-istilah, padahal maksudnya sama saja.
Contohnya pada Agama Hindu dikenal istilah ahamkara (ego) , sedangkan pada Agama Buddha dikenal istilah kemelekatan atau keinginan. Pada kitab-kitab Buddha lebih banyak digunakan bahasa Prakrit, yaitu bahasa rakyat sehari-hari, bukan bahasa Sansekerta yang hanya dimengerti kaum Brahmana.

3. Penggunaan Kasta
Pada Agama Hindu dikenal 5 kasta, yaitu :
– Brahmana : Pendeta
– Ksatria : Raja, Bangsawan
– Waisya : Petani, pedagang, peternak
– Sudra : Pekerjaan pelayan
– Paria : Pengemis, gelandangan.

Sedangkan pada Agama Buddha bersifat non eksklusif, artinya Agama Buddha bisa diterima siapa saja dan tidak mengenal pembagian masyarakat atau kasta-kasta. Agama Buddha juga tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita.

4. Perbedaan Kitab
Dalam Agama Hindu dikenal kitab Veda. Veda terbagi menjadi 4, yaitu :
– Reg-Veda : Kitab tertua dan tertulis diantara tahun 1500 – 900 SM.
– Yajur-Veda : berisi pedoman pengorbanan
– Sama-Veda : berisi pedoman zikir dan puji-pujian.
– Atharva-Veda, merupakan kumpulan mantra-mantra gaib.

Sedangkan dalam agama Buddha dikenal kitab Tripitaka. Tripitaka terdiri dari 3 kumpulan tulisan, yaitu :
– Sutta (Suttanata) Pitaka
– Vinaya Pitaka
– Abhidharma Pitaka

5. Perbedaan Keyakinan
Agama Hindu banyak memuja banyak dewa yang dipercayai memiliki kuasa atau segi-segi tertentu kehidupan makhluk hidup. Pemujaan terhadap para dewa dipimpin oleh golongan pendeta atau Brahmana.

Menurut ajaran Buddha, kesempurnaan(nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta atau kaum Brahmana. Dalam perkembangannya, agama Buddha pecah menjadi dua aliran, yaitu :
– Hinayana
– Mahayana.

Perbedaan Hindu dan Budha :
HINDU BUDHA
Muncul sebagai perpaduan budaya bangsa Aria dan bangsa Dravida Muncul sebagai hasil pemikiran dan pencerahan yang diperoleh Sidharta dalam rangka mencari jalan lain menuju kesempurnaan(nirwana)
Kitab sucinya, WEDA Kitab Sucinya, TRIPITAKA
Mengakui 3 dewa tertinggi yang disebut Trimurti Mengakui Sidharta Gautama sebagai guru besar/ pemimpin agama Budha
masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/didasarkan pada keturunan). Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama.

Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita
Agama Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana dan disebarkan/ diajarkan pada golongan tertentu sehingga sering disebut agamanya kaum brahmana. Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta
Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa rakyat sehari-hari, seperti bahasa Prakrit
Kesempurnaan (Nirwana) hanya dapat dicapai dengan bantuan/bimbingan pendeta Setiap orang dapat mencapai kesempurnaan dengan usaha sendiri yaitu dengan meditasi
Seorang terlahir sebagai Hindu bukan menjadi Hindu sehingga kehidupan telah ditentukan sejak lahir. Kehidupannya ditentukan oleh darma baik yang berhasil dilakukan semasa hidup
Mengenal adanya kelahiran kembali setelah kematian (reinkarnasi) Tidak menenal reinkarnasi tetapi mengenal karma
Dibenarkan untuk mengadakan upacara korban Tidak dibenarkan mengadakan upacara korban

Persamaan;
Persamaan Hindu dan Budha :
• Sama-sama tumbuh dan berkembang di India
• Selalu berusaha untuk meletakkan dasar-dasar ajaran kebenaran dalam kehidupan manusia di dunia ini. Diarahkan pada tindakan-tindakan yang dibenarkan oleh agama.
• Tujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari rasa kegelapan/ mengantarkan umat manusia untuk dapat mencapai tujuan hidupnya.

Makalah tentang Seni Rupa Pada Zaman Perunggu

Seni Rupa Pada Zaman Perunggu

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya, serta shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, atas terselesainya tugas kelompok kami yang berjudul “Seni Rupa pada Zaman Logam”, dan tak lupa kami berterima kasih kepada guru Seni Budaya kami yang telah membimbing kami.
Seiring dengan perkembangan Seni Rupa di Indonesia, Seni Rupa telah dikenal sejak zaman prasejarah/ praaksara dan pada zaman tersebut dapat tebagi atas 3 yaitu: Zaman Batu, Zaman Logam dan Zaman Perunggu. Di makalah kami akan membahas tentang Seni Rupa pada Zaman Logam .
Dan juga kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik maupun saran dari pembaca sangat dibutuhkan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Penulis
Ternate, 23 September 2013

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Zaman prasejarah meliputi masa yang dimulai dari adanya manusia yang belum mengenal tulisan.Oleh karena itu,periodisasi pada masyarakat awal Indonesia didasarkan pada perkembangan budaya yang dihasilkannya.pembagian zaman yang lebih tepat untuk sejarah kebudayaan adalah pembagian menurut arkeologi,yaitu ilmu yang mempelajari tentang hasil benda-benda purbakala,pembagian ini didasarkan pada bahan-bahn dari peninggalan yang berasal dari kebudayaan manusia itu sendiri.

B. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini tidak lain untuk:
1. Memenuhi salah satu tugas kelompok kami.
2. Mengetahui perkembangan Seni Rupa pada zaman prasejarah/praaksara terutama pada zaman Logam.
3. Menambah wawasan kita seputar Seni Rupa pada zaman Logam.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan materi kami, dapat kami uraikan rumusan masalah sebagai berikut.
1. Perkembangan seni rupa apa saja yang terjadi pada Zaman Logam?
2. Apa saja jenis-jenis Zaman Logam?
3. Apa saja kegiatan seni rupa yang terjadi pada zaman Logam?

PEMBAHASAN 2

Perkembangan Seni Rupa Zaman Logam

Logam yang pertama adalah perunggu maka disebut pula zaman perunggu. Seni rupa lahir pada zaman ini, karena dituntut adanya kebutuhan peralatan yang lebih tajam, lebih modern, dan adanya kebutuhan keindahan, sehingga lahir seni rupa yang berfungsi untuk perhiasan dan peralatan sehari-hari. Seperti senjata, piling, mangkok, perisai, topi,pakaian, dan perhiasan seperti gelang, kalung, keroncong dan benda perhiasan lainnya.
Sejarah baru lahirnya seni yang berfungsi sebagai benda untuk memenuhi kebutuhan, keindahan / ekspresi keindahan, lahir pada zaman perunggu ini. Seni patung pun dengan bahan logam, maka dibuat patung-patung logam.
Pada zaman logam ini perkembangan seni lukis di gua mulai turun, sebab mereka tidak lagi menggunakan ritual perburuan karena mereka tidak butuh berburu. Mereka telah berternak, walaupun kebiasaan berburu itu tetap dilaksanakan. Gua tidak lagi dipakai sebagai tempat tinggal, sebab mereka telah membuat rumah rakit, pohon dan rumah panggung. Mereka mulai hidup disuatu tempat.
Perkembangan seni rupa berdasarkan kebutuhan pada zaman prasejarah di seluruh dunia hampir mengalami tahapan dan jenis seni rupa yang sama, sebab didukung dari dua faktor dasar yaitu faktor psikologi dan faktor alam. Faktor psikologi bahwa manusia pada perkembangan awalnya memiliki jiwa yang sama (kodrati) dan memiliki sifat yang sama, sehingga mereka menciptakan karya seni yang relatif sama. Kedua adalah faktor alam.
Alam pertama yang mereka diami masih asli, ada hutan, gua, pohon, gunung, sungai dan bebatuan. Alam ini sebagai media karya seni rupa tahap awal yang relatif seragam.
Faktor penting lainnya adalah kesamaan dalam perkembangan jenis kebutuhan. Diseluruh dunia memiliki tahapan tingkat kebutuhan yang relatif sama, sehingga benda seni yang diciptakan memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai benda untuk mengambil makanan, berburu dan bercocok tanam, benda untuk upacara ritual pemujaan roh, dan benda kesuburan, pakaian, dan perkembangan berikutnya lahir seni untuk memenuhi kebutuhan, keindahan atau ekspresi.

Jenis-jenis Zaman Logam

1) Zaman tembaga
Manusia purba sudah memanfaatkan tembaga untuk alat-alat rumah tangga.Akan tetapi, proses pembentukannya masih sangat sederhana.
2) Zaman perunggu
Manusia purba sudah mampu membuat peralatan dari perunggu yang terbuat dari hasil campuran antara tembaga dan timah,sifatnya lebih keras daripada tembaga dan bentuknya sudah lebih halus.

3)Zaman besi
Manusia purba sudah mampu melebur bijih besi yang dibentuk sedemikian rupa meskipun masih kasar.

PENUTUP

A. Saran

Kita sebagai generasi penerus bangsa, sudah semestinya membantu mengembangkan seni dan budaya di Indonesia. Kondisi seni dan budaya di Indonesia sudah saatnya dibenahi dan ditata ulang agar terbentuk satu keberagaman yang utuh. Segala jenis hambatan dan tantangan yang dapat mengganggu terwujudnya pelaksanaan seni dan budaya di Indonesia harus segera dihilangkan.

B. Kesimpulan

Pada saat Zaman Logam seni rupa mulai berkembang karena seni lukis telah turun, pembuatan benda-benda untuk pemujaan roh nenek moyang, hal ini dilihat dari penemuan-penemuan benda tersebut dan sebagainya.
Faktor pentingnya adalah kesamaan dalam perkembangan jenis kebutuhan. Diseluruh dunia memiliki tahapan tingkat kebutuhan yang relatif sama, sehingga benda seni yang diciptakan memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai benda untuk mengambil makanan, berburu dan bercocok tanam, benda untuk upacara ritual pemujaan roh, dan benda kesuburan, pakaian, dan perkembangan berikutnya lahir seni untuk memenuhi kebutuhan, keindahan atau ekspresi.

Atletik (Pengertian & Sejarahnya)

Atletik

Pengertian Atletik
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani “athlon” yang berarti “kontes”. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Sejarah Atletik
Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa : Panhellenik Games The Pythian Game(dimulai 6 Sebelum Masehi) digelar di Argolid setiap dua tahun.The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama 527 Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games(dimulai 51 memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Eeck Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yang diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.
Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat di dalam trek. Atletik termasuk di dalam Olimpiade modern di tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian Wanita pertama kali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.
AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya.