Makalah tentang Protista Mirip Tumbuhan

Kata Pengantar

 

              Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta kesehatan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini sesuai dengan yang kami harapkan.

                        Makalah yang berjudul “Protista menyerupai tumbuhan“ penyusunan ini dibuat dengan tujuan melengkapi nilai tugas dalam pelajaran biologi pada tahun ajaran 2013-2014. Kami berharap agar makalah  ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya.

                        Kami menyadari bahwa penulisan ataupun pembahasan karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi kami apabila mendapatkan kritikan dan saran yang membangun sehingga selanjutnya akan lebih baik dan sempurna.

 

 

Ternate, 08 Oktober 2013

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

v

 

Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… v

Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… vii

BAB I (Pendahuluan)……………………………………………………………………………………………………………………………………………………… x

1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………………………………………………………………………… x

1.2. Perumusan Masalah ………………………………………………………………………………………………………………………………… x

1.3. Tujuan ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………  x

1.4. Manfaat ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………  x

BAB II (Pembahasan) …………………………………………………………………………………..……………………………………………………………… 1

2.1.        Protista……………………………………………………………………………………………………………………………………………  1

2.2        Klasifikasi Protista………………………………………………………………………………………………………………………… 2

2.3.       Protista Menyerupai Tumbuhan…………………………………………………………………………………………………… 2

BAB III (Penutup) …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

            3.1. Kesimpulan …………………………………………………………………………………………………………………………………………………

            3.2. Saran …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

vii

 

BAB I

(Pendahuluan)

 

1.1        Latar  Belakang

 

Apabila kita mengamati setetes air kolam ikan dengan menggunakan mikroskop akan di temukan berbagai macam makhluk-makhluk yang hanya bersel satu. Salah satu contohnya adalah Protista dan mikroorganisme lainnya. Protista merupakan organisme eukariotik yang tidak di golongkan ke dalam tumbuhan, hewan, maupun fungi,walaupun banyak dari jenis Protista yang mirip dengan ketiga kingdom tersebut.

 

1.2.      Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :

      Apa pengertian dari protista?

      Apa saja klasifikasi dari protista?

      Bagaimanakah Protista mirip tumbuhan?

      Apa saja ciri-ciri dari protista mirip tumbuhan?

      Bagaimana peran protista mirip tumbuhan?

 

1.3.      Tujuan

      Agar pembaca dapat memahami tentang protista

      Agar pembaca dapat memahami klasifikasi dari protista

      Agar pembaca dapat mengetahui ciri-ciri dari protista mirip tumbuhan

      Agar pembaca mengetahui dan memahami peran protista mirip tumbuhan.

1.4.      Manfaat

      Dapat menambah wawasan tentang protista

      Dapat mengetahui ciri-ciri dari protista mirip tumbuhan

     

x

Dapat mengetahui dan memahami peran protista mirip tumbuhan.

BAB II

(Pembahasan)

2.1        Protista

Protista  (Yunani, Protos  = Pertama) merupakan organisme eukariot pertama atau paling sederhana. Sebagai organism eukariotik, protista memiliki membrane inti sel. Kajian evolusi menyatakan bahwa protista merupakan organisme eukariotik yang paling awal (tertua). Protista pertama kali muncul di permukaan bumi sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Saat ini tercatat 60.000 spesies protista yang telah dikenal orang (termasuk dari catatan fosil).

Protista adalah makhluk hidup eukariotik sederhana yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai hewan, tumbuhan, atau jamur. Jika dibandingkan dengan prokariotik monera, maka struktur tubuh protista sudah lebih kompleks. Selama perkembangannya dari generasi ke generasi, protista telah memiliki nukleus yang sejati, mitokondria, kompleks, retikulum endoplasma, kompleks geologi, flagel, dan silia.nukleusnya sudah dapat membelah melalui proses mitosis dan meiosis.

Pada umumnya protista dikenal sebagai makhluk hidup uniseluler. Anggota dari kingdom ini antara lain adalah semua ganggang, kecuali ganggang biru hijau, protozoa, dan oomycota. Ganggang dan protozoa sudah beradaptasi di habitat akuatik.

 

  1. 1.    Ciri-Ciri Protista

                                                Ciri-ciri umum protista antara lain:

  • Eukariotik (memiliki membran inti)
  • Uniseluler (ada juga yang multiseluler)
  • Bernapas dengan respirasi aerob
  • Bereproduksi secara aseksual dan seksual
  • Umumnya hidup di air laut (ada juga yang hidup di tanah ataupun tempat-tempat yang lembab)
  • Memperoleh makanannya dengan autotrof dan heterotrof

 

 

1

 

2.2        Klasifikasi Protista

     Penggelompokkan protista menjadi terasa sulit karena jumlahnya yang begitu besar. Namun, menurut literatur terbaru yang saat ini digunakan oleh para alih taksonomi,protista dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu sebagai berikut :

  1. Protista menyerupai tumbuhan (Ganggang)
  2. Protista menyerupai hewan (Protozoa)
  3. Protista menyerupai jamur

 

Dalam makalah ini kami akan membahas tentang  “Protista Menyerupai Tumbuhan”

2.3        Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang/Alga)

 

 

Ganggang (alga) adalah protista yang bersifat fotoautrotof karena memiliki kloroplas yang mengandung klorofil atau plastida yang berisi berbagai pigmen fotosintetik lainnya. Ganggang mudah ditemukan dilingkungan perairan, baik di air tawar maupun di air laut. Ada yang hidup menempel di suatu tempat atau melayang-layang di air dalam air. Ganggang menyebabkan air danau, air sawah, air kolam, atau akuarium tampak berwarna hijau. Namun, masyarakat sering keliru menyebutnya dengan lumut. Ganggang berbeda lumut. Lumut tidak terendam air, sedangkan ganggang hidup dalam air. Bila dipegang, lumut terasa seperti beludru dan lebih kering, sedangkan ganggang terasa basah, licin atau berlendir. Di laut, ganggang mudah ditemukan, kadang-kadang terdampar dipantai, berbentuk menyerupai tumbuhan yang berwarna-warni (merah, hijau, cokelat, atau kuning). Orang awam menyebutnya dengan rumput laut.

 

 

2

Istialah ganggang dapat diartikan sebagai suatu organisme fotosintetik air (aquatic photosynthesizer). Ganggang pertama kali ditemukan sekitar 500 juta hingga 600 juta tahun yang lalu. Ganggang dipercaya sebagai leluhur dari semua tumbuhan darat. Antara ganggang dan tumbuhan. Diperkirakan 20.000 spesies ganggang di bumi telah teridentifikasi dan masih banyak lagi spesies ganggang lainnya, terutama yang berada di lautan belum teridentifikasi.

 

  1. A.  Ciri-Ciri Ganggang

 

  1. 1.      Ukuran dan bentuk tubuh ganggang

Tubuh ganggang ada yang bersel satu (uniseluler), adapula bersel banyak (multiseluler). Ukuran tubuh ganggang bervariasi, mulai dari yang makroskopis berukuran 60 meter. Contoh ganggang mikroskopis, antar lain Volvox, Chlorella, Synura, Scendesmus, Gloeobotrys, Goniochloris, Euglena, Naviculla, Mischococcus, Ceratium, dan Cyclotellal. Contoh ganggang yang makrokopis, antara lain Macrocystis, Sargassum, Laminaria, Turbinaria, Fucus, Palmaria, Corallina, dan Spirogyra.

 

Ganggang memiliki bentuk tubuh yang tetap karena sel-selnya memiliki dinding sel. Ganggang mikroskopis terdiri atas satu sel dengan bentuk yang bervariasi, yaitu bulat, oval, kotak, segitiga, batang, dan seperti bintang. Ganggang uniseluler ada yang hidup soliter (sendiri-sendiri), ada pula yang berkoloni. Ganggang hidup yang hidup soliter, misalnya Botrydiopsis arhiza, Goniochloris sculpta, Chlorella, dan Euglena. Ganggang uniseluler yang hidup berkoloni (selnya berkelompok fdan bergandengan). Misalnya Volvox, Hydrodictyon, dan Gonium. Ganggang makroskopis terdiri atas banyak sel, dengan bentuk tubuh yang bervariasi, yaitu seperti benang (filamen), Lembaran, menyerupai rumput, serta ada pula yang seperti tumbuhan tingkat tinggi.

 

 

  1. 2.      Struktur Tubuh Ganggang

 

Sel ganggang memiliki struktur mirip sel tumbuhan, yaitu bersifat eukariotik (memiliki membran inti) serta memiliki dinding sel dan kloroplas. Dinding sel ganggang ada yang mengandung selulosa, hemiselulosa, silica, kalsium karbonat, polisakarida, pectin, algin, agar, dan karangenan. Bahan-bahan tersebut membentuk gel sehingga ganggang terasa berlendir atau seperti karet. Ganggang dapat melakukan fotosintesis, sehingga hidupnya dikatakan bersifat autotrof. Selain itu, juga ditemukan pigmen lain berupa fikosianin (pigmen biru), fikoeritrin (pigmen merah), fukosantin (pigmen cokelat), karotin (pigmen keemasan), dan xantofil (Pigmen kuning). Adanya pigmen-pigmen tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam mengklasifikasikan ganggang.

 

3

 

  1. B.  Cara Hidup dan Habitat Ganggang

    

Berdasarkan tempat hidupnya di perairan, ganggang dibedakan ke dalam beberapa kelompok berikut :

  1. Ganggang subaerial, hidup di permukaan air.
  2. Ganggang intertidal, secara periodic muncul ke permukaan air karena terbawa oleh pasang suruta air.
  3. Ganggang sublitoral, berada dibawah permukaan air.
  4. Ganggang edafik, hidup di lumpur atau pasir di dasar perairan.

 

  1. C.  Reproduksi Ganggang

Gangangg bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generafit). Ada ganggang yang hanya mampu bereproduksi secara aseksual, misalnya Euglena, yang melakuakn pembelahan biner. Ada pula ganggang yang mampu bereproduksi secara aseksual dan seksual misalnya Spirogyra. Spirogyra bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi (pemutusan) sebagian tubuhnya dan bereproduksi secara seksual dengan konjugasi. Namun, ada pula ganggang yang bereproduksi baik secara aseksual maupun seksual, tetapi terjadi secara bergiliran dalam siklus hidupnya yang disebut dengan metagenesis. Metagenesis adalah pergiliran keturunan antara generasi gametofit (penghasil sel kelamin) dengan generasi sporofit (penghasil spora), misalnya Laminaria dan Ulva.

 

  1. D.  Klasifikasi Ganggang

 

Berdasarkan pigmen (zat warna) yang dominan pada tubuhnya, ganggang dapat dibedakan atas enam filium, yaitu Pyrrhophyta (Ganggang api), Eunglenophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta, dan Chlorophyta.

 

  1. 1.   Chlorophyta (alga hijau)

            

 

 

 

 

 

 

4

 

Alga ini merupakan kelompok alga yang paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni dan bersel banyak. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil yang mengandung karoten. Banyak terdapat di danau, kolam tetapi sebagian ada juga yang hidup di laut. Beberapa contoh alga hijau yang sering anda jumpai di kolam sekitar anda antara lain :

a.  Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak

 

1.         Chlorella

Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel. Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk Chlorella dalam industri obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan).

 

2.         Chlorococcum

Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)

 

 

b.       Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak

Chlamidomonas Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.

          Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi (perhatikan gambar berikut ini).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

c.       Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak

a)  Hydrodictyon

 

Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya  berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.

 

d.       Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak

 

a)    Volvox

Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 – 5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.

 

e.       Chlorophyta berbentuk benang

 

a)    Spyrogyra

     Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. Adapun langkah-langkah konjugasi yaitu: Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh peleburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang Spirogyra baru yang haploid.

b)   Oedogonium

     Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.

 

6

 

 

 

f.       Chlorophyta berbentuk lembaran

 

a)        Ulva

Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. (perhatikan gambar di bawah):

b)   Chara

     Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.

 

  1. 2.   Phaeophyta (alga coklat)
            

 

7

Bentuk tubuh alga ini seperti tumbuhan tinggi. Ada sekitar 1.500 spesies alga coklat, sebagian besar hidup di air laut, terdampar di pantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar = hold fast). Alga coklat ini sering disebut klep yang merupakan protista laut terbesar dan paling rumit.Berwarna kecoklatan karena memiliki pigmen yang dominan fikosantin selain klorofil, karoten dan xantofil. Alga coklat banyak memiliki struktur khusus. Tubuh tanaman yang bercabang dapat memiliki kantong udara untuk mempertahankan agar tetap dapat mengapung. Daun alga lebar yang mirip dengan daun tumbuhan biasa terhubung ke tangkai keras disebut stipe. Holdfasts yang bersel banyak (multiseluler) membuat tanaman tetap menempel ditempatnya.
          Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, reproduksi generatif dengan membentuk alat kelamin yang disebut konseptakel jantan dan konseptakel betina. Di dalam konseptakel jantan terdapat Anteridium dan di dalam konseptakel betina terdapat oogonium yang menghasilkan ovum. Spermatozoid membuahi ovum yang menghasilkan zigot.
Contoh dari alga ini antara lain : Sargassum, Macrocystis, Ectocarpus, dan Fucus. Alga coklat seperti alang-alang batu atau Fucus merupkan organisme yang biasa terdapat digaris pantai perairan dingin yang berbatu-batu. Di Asia berbagai macam alga coklatdikonsumsi sebagai makanan. Banyak orang menganggap alga coklat dan alga merah mungkin menjadi sumber makanan bagi manusia untuk masa yang akan dating. Algin, senyawa yang ditemukan pada alga coklat sering digunakan dalam pembuatan lateks, bahan untuk mengkilap keramik , kosmetik, dan es krim.

 

  1. 3.   Rhodophyta (alga merah)

            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ganggang ini hidup di laut, bentuk tubuh seperti rumput sehingga disebut dengan rumput laut. Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran. Warna merah karena mengandung pigmen fikoeritrin. Reproduksi seksual dengan peleburan antara spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot. Zigot tumbuh menjadi ganggang merah.
           

Contoh: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia dan Scinata.
Euchemma spinosum merupakan penghasil agar-agar di daerah dingin. Ganggang merah mempunyai pigmen yang disebut fikobilin yang terdiri dari fokoeritrin (merah) dan fikosianin (biru). Hal ini memungkinkan ganggang yang hidup di bawah permukaan laut menyerap gelombang cahaya yang tidak dapat diserap oleh klorofil. Kemudian pigmen ganggang ini menyampaikan energi matahari ke molekul klorofil. Sebgaian alga merah merupakan tumbuhan penghasil makanan yang penting di beberapa tempat di Asia. Alga merah juga merupakan sumber agar-agar yang digunakan untuk menumbuhkan organisme di laboratorium.

 

 

 

 

 

8

 

Gelidium sp

         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelidium sp merupakan spesies Rhodophyta yang sangat rapuh karena kandungan florideannya yang sangat tinggi. Alga ini memiliki sebaran habitat perairan laut yang cukup luas, sehingga dapat ditemukan dibeberapa jenis perairan laut. Kekhasan spora alga ini adalah dapat membentuk tunas. Metegenesis Gelidium sp termasuk yang mengalami tiga fase, artinya dalam daur hidupnya kita dapat menemukan Gelidium dalam fase gametofit, karposforofit, dan tetrasporofit.

  1. 4.   Chrysophyta (ganggang keemasan)

          Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu:
A. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
B. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
C. Kelas Diatom (Bacillariophyceae)

a.       Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)

Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.

 

 

 

9

b.       Kelas Alga Coklat-Keemasan (Chrysophyceae)

Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.

c.         Kelas Diatom (Bacillariophyceae)

Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.

                                                        Navicula sp.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5.   Euglenophyta

Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab, contohnya: Euglena.
Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma) yang gunanya untuk membedakan gelap dan terang. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil. Oleh karena itu Euglena berwarna hijau. Contohnya Euglena viridis,

 

10

 

Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis dan juga dapat memakan zat-zat organik. Karena Euglena mampu melakukan fotosintesis maka dikatakan hidup secara fotoautotrof. Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof karena memakan bahan

BAB III

(PENUTUP)

 

A. Kesimpulan

 

  • Protista merupakan organisme eukariot pertama atau paling sederhana.
  • Protista mirip tumbuhan disebut juga ganggang/ alga.
  • Ganggang (alga) adalah protista yang bersifat fotoautrotof  karena memiliki kloroplas yang mengandung klorofil atau plastida yang berisi berbagai pigmen fotosintetik lainnya.
  • Dari semua kesimpulan diatas dapat ditari bahwa protista mirip tumbuhan (ganggang/alga) hidup di daerah perairan dan bersifat fotoautotrof (cahaya).

 

B. Saran

 

  • Membudidayakan tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat.
  • Melestarikan keberadaan tumbuhan atau protista.

 By. @NurfirstaVita

12

By @NurfirstaVita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s