Pengertian Wirausahaan Menurut Para Ahli & Sejarah Kewirausahaan

A. Definisi Kewirausahaan Menurut Para Ahli

 

1. Thomas W Zimmerer
Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

2. Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
3. Robbin & Coulter
Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang saat ini dikendalikan.

4. Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35)

wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan.

5. (Acmad Sanusi, 1994).
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis

6. (Drucker, 1959).

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different)

7. (Zimmerer. 1996).

Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan

8. (Soeharto Prawiro, 1997).

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth)

9. Menurut Arif F. Hadipranata,

Wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.
10. Kathleen

Wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha. 
11. Andrew J Dubrin

Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).

12. Joseph Schumpeter (1934)

Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru.

13. Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
14. Penrose (1963)

Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

15. Israel Kirzner (1979)

Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

16. Raymond, (1995)

Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan.

17. Kasmir (2006)

Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.

18. Anwar Gozally

mengartikan wirausaha sebagai seorang yang mengambil tanggung jawab untuk menciptakan atau memperkenalkan gagasan baru yang disebut innovasi. Mereka dapat berperan sebagai pencetus maupun penemu. Mereka merupakan pimpinan yang berupaya merealisasikan pemikiran menjadi kenyataan yang menguntungkan.

 

 

 

 

 

 

B. Sejarah Kewirausahaan

Sejarah kewirausahaan dapat dibagi dalam beberapa periode:

 

  1. 1.     Periode awal

Sejarah kewirausahaan Periode Awal di motori oleh Marcopolo. Pada masa ini ada dua pihak yaitu, Pihak Pasif dan Pihak Aktif. Pihak Pasif bertindak sebagai pemilik modal dan mendapat keuntungan yang banyak dari Pihak Aktif. Sedangkan Pihak Aktif bertindak sebagai pengguna modal, dalamhal ini di pakai untuk berdagang.

 

  1. 2.     Abad Pertengahan

Kewirausahaan yang berkembang pada periode pertengahan di letakkan pada actor atau seorang yang mengatur peroyek besar, karena tidak lagi berhadapan dengan resiko, akan tetapi menggunakan sumber daya yang ada, yang biasanya di berikan oleh pemerintah. Misalnya wirausahawan yang bekerja dalam bidang Arsitektur.

 

  1. 3.     Abad 17

Di abad 17, seorang ekonom, Richard Cantillon, “menegaskan bahwa seorang Wirausahawan adalah seorang pengambil resiko”, karena melihat dari perilaku meraka yang membeli barang dengan harga yang tetap namun ketika menjual harganya tidak pasti. Dari ketidak pastian ini maka disebut dengan “menghadapi resiko”.

 

  1. 4.     Abad 18

Dalam abad ke 18 ini, seorang wirausahawan tidak diletakkan pada pemilik modal, tetapi diletakkan pada Orang yang membutuhkam Modal, yaitu Wirausahawan yang membutuhkan dana untuk memajukan dan mewujudkan inovasinya. Pada masa ini dibedakan antara pemilik modal dan Wirausahawan sebagai seorang penemu.

 

  1. 5.     Abad 19

Sedangkan di abad ke 19 dan 20, wirausahawan didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkan pertambahan nilai personal.

 

  1. 6.     Abad 20

Pada abad ke 20, inovasi melekat erat pada Wirausahawan di masa sekarang.

 By: @NurfirstaVita (twitter)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s