Jejak Sejarah Kota Ternate dan Arti dari Lambang Kota Ternate

Jejak sejarah Kota Ternate

“Segera ke timur nusantara dan temukan ternate kepulauan rempah-rempah” (Alfonso Albuquerque, penjelajah Portugis)
Sebuah pesan pendek ditintahkan penjelajah Eropa yang juga menjadi tentara portugis yang paling masyhur yaitu Alfonso de Albuquerque (1453-1515). Usai menaklukan malaka dan tiba di Gowa, pria yang juga disapa Alfonso the Great ini memerintahkan bawahannya si penakluk de Abrea dan Fransisco serrau untuk segera menemukan ternate sebagai pulau rempah-rempah yang kaya. Ini adalah abad ke -16, sebuah masa di mana ternate terus memancarkan pesona bagi berbagai bangsa eropa dan membangkitkann hasrat akan kolonialisme dan pencaplokan wilayah.
Alfonso dikenal sebagai pria yang melebarkan sayap kekaisaran portugis dibelahan bumi asia. Pria yang sudah ikut dalam berbagai penaklukan besar diantaranya penaklukan kekaisaran Ottoman di turki hingga Tanjung Harapan di India ini, justru memiliki obsesi besar untuk menemukan ternate. Saat itu, ternate dituturkan penjelajah eropa sebagai bumi yang kaya bak firdaus.
Tiga tahun sebelum wafatnya Albuquerque yaitu tahun 1512, Francisco serrau yang melaksanakan titah tersebut, akhirnya berhasil menjelajah dan menemukan ternate sebagaimana dituturkan catatan sejarawan.
Fakta sejarah ini kian menegaskan posisi ternate yang harus tumbuh dan bergegas dalam pusaran sejarah. Kekayaan hasil bumi serta keindahan alam ternate telah menjadi perbincangan dunia sejak abad ke -13. pada masa ini, pedagang arab datang ke ternate untuk berdagang dan mengabarkan kekayaan alam itu ke seluruh dunia hingga menjadi hingga menjadi desas-desus di kalangan pedagang. Di abad ketika nusantara sama sekali tidak dikenal, bumi Moloku kie raha (maluku utara)justru sudah menjadi perdagangan dunia.
Bahkan pada abad ke-16, berbagai bangsa seperti portugis, belanda, inggris hingga spanyol berdatangkan ke ternate dan pulau-pulau di jazirah maluku utara demi mencari rempah-rempah seperti cengkeh, pala dan fuli sehingga jalur perdagangan ke ternate menjadi jalur sutera perdagangan rempah-rempah dunia.
Aroma cengkih dari kepulauan rempah-rempah ini selain menggetarkan telah menimbulkan citra romantis bagi berbagai bangsa petualang dari asia maupun eropa. Sebelum bangsa eropa berdatangan, bangsa asia yaitu cina,arab dan Gujarat telah berbondong-bondong ke maluku. Mereka tersentak oleh aroma yang menggetarkan ini. Demikian pula berbagai suku bangsa nusantara seperti jawa,melayu, Buton, Bugis, dan Makassar mengarungi samudera luas.menuju gugusan pulau-pulau yang terletak dibagian barat pulau halmahera.jika motif kedatangan bangsa-bangsa Asia dan berbagai suku bangsa di Nusantara semata-mata bersifat ekonomi, maka bangsa Eropa bertualang ke pulau rempah-rempah dengan berbagai tujuan. Selain mengejar keuntungan yang berlimpah dalam perniagaan rempah-rempah,kedatangan bangsa barat juga terkait dengan imperialisme Eropa yaitu Gold(emas), Gospel(agama), dan Glory(kejayaan).
Bumi Ternate yang demikian kaya menjadi rebutan berbagai bangsa hingga menjadi awal dari pasang naik kolonialisme di sepanjang jazirah Nusantara. Begitu banyak artefak ke sejarahan seperti benteng dan bangunan menjadi saksi bisu berkisah tentang bagaimana jejak-jejak bangsa eropayang dating ke wilayah ini dengan hasrat untuk memiliki hasil bumi yang demikian kaya.ternate menjadi wilayah pertama yang menyaksikan langsung bagaimana kolonialisme eropa menjalar ke wilayah nusantara. Imaji tentang ekspansi dan pencaplokan wilayah yang dimasa itu mempengaruhi kosmos berpikir bangsa eropa, seakan menemukan ruangnya di bumi ternate yang hasil buminya berlimpah.
Zaman keemasan bagi ternate mencapai puncaknya ketika, sultan Babullah berhasil mengalahkan portugis dari Benteng Gamlamo pada 29 Desember 1250 pada zaman sultan babullah kesultanan ternate telah berhasil memperluas wilayah kesultanannya hingga akhirnya membentang dari Mindanao di utara sampai Bima di selatan dan dari Makassar di barat hingga kepulauan banda di timur.Babullah dijuluki penguasa 72 pulau yang semuanya berpenduduk. Dimasanya, ternate tampil sebagai kesultanan paling berpengaruh, baik dalam politik maupun militer, dan amat disegani oleh kerajaan-kerajaan di belahan timur nusantara. Menurut sebuah sumber Inggris, Babullah mampu mengerahkan 90.700 prajurit bila diperlukan dan kontributor prajurit terbesar datang dari wilayah-wilayah seberang laut ternate. Hingga awal abad ke-17, teritorial ternate adalah yang terluas dikawasan timur Indonesia.
Pengaruh islam
Ternate juga dikenal sebagai pusat penyebaran islam di Indonesia. Setelah samudera pasai, ternate adalah daerah pertama yang mengenal islam dan menjadikan agama itu sebagai unsure penting dalam menata kenegaraan. Sejak diterimanya agama islam di kerajaan ternate pada abad ke 15 oleh kolano kaicil marhum(1465-1486) maka islam dianut semua lapisan masyarakat, bahkan diserap kedalam kelembagaan kerajaan. Kerajaan ternate- yang dapat dipandang sebagai kerajaan islam pertama dibagian timur kepulauan Indonesia
Mengadopsi pranata-pranata islam didalam sebuah konsep yang dipadukan dengan lembaga-lembaga adapt dan tradisi rakyat ternate. Adopsi paling mendasar atas institusi islam adalah penggantian predikat kolano (raja) dengan sultan. Tokoh yang harus disebut karena jasnya menstranformasikan islam ke dalam kelembagaan kerajaan adalah zainal abidin, raja ternate pertama yang mengganti predikat kolano dengan sultan.
Sultan zainal abiding (1486-1500) adalah murid sultan ampel dan jebolan sekolah tinggi agama islam gresik asuhan wali yang terkenal itu. Ia adalah sultan ternate pertama yang membentuk institusi islam dalam struktur pimpinan tertinggi agama islam di bawah sultan. Zainal abiding juga menciptakan kelembagaan baru dala struktur pemerintah, yaitu: hokum,bobato dengan tugas hakim sekaligus magistraat yang menjadi pembantu sultan.
Dipusat kekuasaan maupun pada struktur sosio politik kerajaan, islam telah memainkan peranan penting untuk mewujudkan loyalitas para bobato dengan melakukan sumpah setia kepada sultan menurut tata cara islam. Di sisi lain, islam juga memberikan keuntungan komersial kepada kerajaan, sejak pedagang-pedagang muslim nusantara dan arab serta gujara di maluku, khususnya di ternate dan daerah seberang lautnya.
Sebuah pertanda bahwa islam telah begitu kuat pengaruhnya di ternate adalah tanggung jawab besar yang diberikan sultan kepada kalem dan hokum sebelum 1570, para pejabat ini berada langsung dibawah sultan. Tetapi, sejak Babullah tampil sebagai penguasa kesultanan ternate.terjadi pendelegasian tugas-tugas baru. Setiap kali babullah melakukan penaklukan wilayah, ada seorang imam dan hokum yang selalu menyertainya untuk membantu mengkoordinasikan pemerintah dan memperkenalkan agama islam kepada penduduk yang baru ditaklukan. Para imam juga berfungsi sebagai pimpinan spiritual bagi pasukan-pasukan tempur.
Lambang Kota Ternate

# NAMA, BENTUK, MOTIF DAN TATA WARNA
Lambang daerah bernama ”MAKU GAWENE” yang bermakna saling mengingatkan, cinta dan kasih sayang sesama manusiabdan atara manusia dengan seluruh ciptaan Tuhan di muka bumi.
1. Bentuk dasar lambang daerah adalah perisai bersudut tiga mencerminkan karakteristik, fungsi dan peran Kota Ternate sebagai Kota Buya, Kota Perdagangan, Kota Pariwisata dan Kota Pulau.
2. Bentuk bintang di puncak Lambang Daerah menggambarkan religius ketaqwaan dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3. Bidang berbentuk lingkaran ditengah dasar lambang merupakan ungkapan rasa persaudaraan dan persahabatan sesama manusia di muka bumi ini.
4. Di dalam lambang terdapat rangkaian bunga cengkeh di sisi kanan dan buah pada di sisi kiri serta ikan pari di tengah yang dirangkai oleh daun cengkeh dan daun pala.
5. Di dalam bidang bersudut tiga terdapat :

a. Bintang berwarna hijau
b. Bidang cakrawala berwarna biru langit.
c. Seekor ikan pari berwarna hitam putih.
d. Bunga cengkih berwarna coklat
e. Buah pala berwarna kuning.
f. Daun pala dan cengkih berwarna hijau.
g. Tulisan ”MAKU GAWENE” berwarnah putih.
h. Angka 1999 di bawah daun cengkih dan pala berwarna putih.
ARTI & MAKNA
Gerak ikan pari yang dinamis dengan bannya melebar terbuka mengungkapkan Daerah Kota Ternate terus berkembang.
Lambang Daerah memantulkan jalinan warna yang serasi dengan makna unsur-unsurnya :
Biru ungkapan kecermelangan, keteguhan dan kesabaran.
Kuning berai kemakmuran dan kesabaran.
Coklat berarti tegas, penuh rasa tanggung jawab.
Hijau ungkapan kesuburan, kedamaian dan religius.
Putih berarti bersih ungkapan kesucian, keikhlasan dan kerelaan.
Hitam berarti kewaspadaan, kekuatan, kepastian, kedisiplinan dan ketegasan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s